BESTTANGSEL.COM, Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi), secara tegas menghentikan instansi atau perusahaan yang diduga aktif melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin.

Ada 11 instansi atau perusahaan yang di bekukan dengan alasan  tidak memiliki ijin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat sejak 18 Juli 2017. Adapun 11 perusahaan tersebut antara lain: 1. PT Akmal Azriel Bersaudara2. PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel3. PT Konter Kita Satria4. PT Maestro Digital Komunikasi5. PT Global Mitra Group6. PT Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store7. 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama8. Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia9. Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru10. PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM; dan11. PT CMI Futures

“Maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin sudah mengkhawatirkan. Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, lewat  keterangan tertulisnya, Jumat (21/7).

Dari 11 perusahaan yanb dibekukan, yang paling menarik perhatian adalah pembekuan operasional dari  PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).
Belakangan ini, First Travel memang sering diberitakan terkait kasus penipuan ribuan jamaah yang gagal berangkat ke tanah suci. Bahkan beberapa waktu lalu kantor operasional First Travel di Jalan Tb Simatupang sempat di gruduk oleh ratusan jamaah yang marah karena tak kunjung mendapat kejelasan terkait jadwal keberangkatannya ke tanah suci.

Sebelumnya oleh Kementerian Agama, meminta klarifikasi First Travel yang tak kunjung memberangkatkan ribuan jamaahnya. Seperti mediasi yang melibatkan Kemenag, First Travel  dan perwakilan dari jamaah. Namun, first travel selalu mangkir dan tak pernah hadir memenuhi undangan.

Melalui pembekuan ini, maka Satgas Waspada Investasi menghimbau First Travel untuk menghentikan segala kegiatan operasionalnya, seperti penawaran promo umrah di bawah standar dengan harga Rp.14.3 juta.

Soal jamaah umroh yang gagal berangkat, Tongam  mengatakan agar seluruh jamaah tetap tenang. Ia menegaskan bahwa Satgas Waspada Investasi bersama Kementerian Agama akan tetap memantau dan memberikan kesempatan bagi First Travel untuk mengurus keberangkatan jamaah umrah

 

Ashri

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.