180502Pembelajaran matematika lebih banyak ditekankan dalam permasalahan kehidupan sehari-hari. Seperti memahami konsep dan ukuran segi empat melalui aktivitas siswa per kelompok. Apa yang dilakukan guru untuk menilai siswa secara nyata, kemudian dilakukan pengayaan dan penilaian otentik, keterampilan informasi dengan membiasakan anak untuk membaca dan menulis dari berbagai berbagai macam sumber.

“Siswa terlebih dulu menghitung luas dinding yang berbentuk segi empat, besaran cat yang diperlukan hingga biaya yang diperlukan untuk mengecat sehingga siswa dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut lewat matematika,” Niky Noberta, Fasilitator Nasional Usaid Proritas Jenjang SMP/Mts.

Sementara Rosita Nuraeni, Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Bojong Kabupaten Pandeglang mengatakan, mendapatkan pengetahuan bagaimana merancang pembelajaran kontekstual dengan pertanyaan tingkat tinggi dan lembar kerja siswa hingga menyusun portofolio yang baik.

Selain itu, Usaid Prioritas Provinsi Banten juga telah menggelar pelatihan untuk pelatih (training of trainers) dalam pembelajaran tingkat SMP/MTs yang diikuti oleh puluhan tenaga pendidik yang berasal dari LPTK, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Agus Salim, yang menutup secara resmi pelatihan tersebut, mengapresiasi Usaid Prioritas yang telah berperan meningkatkan mutu pendidikan dasar di Provinsi Banten, termasuk mengikut sertakan guru-guru madrasah.

“Tenaga pendidik yang telah dilatih dapat terus melanjutkan hasil pelatihan di sekolahnya masing-masing dan mereplikasikan hasil pelatihan kepada sekolah non mitra,” tuturnya. (NAD)