BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Data OJK mencatat angka penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah, baru 3,01% pada 2018. Sedangkan daya suevey OJK menunjukan indeks literasi asuransi pada 2017 turun menjadi 15,8% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 17,8%. Dari total seluruh penduduk indonesia, jumlah premi nasional saat ini baru mencapai 4,7 juta premi dan terpusat di kota besar.

Di sisi lain, wilayah Indonesia yang memiliki lebih dari 17.504 pulau juga menjadi tayangan tersendiri dalam literasi dan pemerataan akses asuransi. Namun seiring meningkatkan teknologi, distribusi asuransi pun digantikan melalui jalur digital selain konvensional. Meski demikian, menurut data AAJI September 2019, penjualan premi melalui jalur digital baru mencapai 0,01% dari total penjualan premi baru Rp54,57 triliun. Angka ini berpeluang untuk terus tumbuh seiring dengan penetrasi internet di Indonesia yang baru mencapai 56% atau 143 juta jiwa (source : Wearesocial 2019)

Berdasarkan hal tersebut, WE+ sebagai market place asuransi, berkerja sama dengan ALFAMART dan SIMAS INSURTECH guna memperkenalkan akses klaim terluas pertama di Indonesia. Sinergi tersebut menghasilkan Layanan inovatif digital untuk pembelian asuransi mikro dan pengajuan klaim kepada asuransi yang pengambilan dananya dapat dilakukan di lebih dari 13.900 gerai ALFAMART di seluruh Indonesia.

Bagi perusahaan asuransi, ke 13,900 gerai ALFAMART sebagai claim payment point dari WE+ tentunya lebih efektif dalam hal distribusi klaim dan efisien dari segi capex yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kantor cabang. Setiap klaim yang diajukan nasabah tetap melalui persetujuan pihak asuransi terlebih dahulu. WE+ sebagai smart insurance marketplace akan terus berkembang menjadi platform digital yang membuka inklusifitas akses terhadap semua pengguna.

Founder & CEO WE+, Fifi Henirawati mengingkapkan pada dasarnya setiap inovasi yang dilakukan di WE+ mengacu pada kebutuhan dan kenyamanan nasabah. Untuk itulah, WE+ bertekad untuk menciptakan infrastruktur klaim online untuk asuransi mikro, yang persetujuan klaim tetap dilakukan oleh pihak asuransi bersangkutan.

“Saat ini berdasarkan data OJK per April 2019 hanya 60% orang Indonesia yang memiliki rekening bank. WE+ berkomitmen untuk menciptakan akses teknologi digital yang memudahkan masyarakat dalam pengajuan klaim langsung ke pihak asuransi yang bersangkutan. Adanya kerja sama dengan ALFAMART untuk akses klaim terluas pertama di Indonesia tentunya memberikan solusi kepada masyarakat,” ujar Fifi. (*)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.