BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-Universitas Multimedia Nusantara menorehkan ragam prestasi sejak didirikan pada 20 November 2006. Mulai dari akreditasi di tingkat nasional dan internasional, hingga mencetak lulusan terbaik di dunia profesional.

Sebagai institusi yang mengabdi pada kemajuan pendidikan tinggi, UMN pun berupaya menjadi bagian dari World Class University dan meraih reputasi internasional. Komitmen ini sudah dilakukan, misalnya melalui Fakultas Bisnis UMN dengan program studi Manajemen, Akuntansi, Magister Manajemen Teknologi yang telah meraih akreditasi Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) dan menjadi anggota European Foundation for Management Development (EFMD) Global.

Selain itu, sejumlah prodi di UMN juga berhasil menorehkan akreditasi ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA). Prodi ini terdiri atas Komunikasi Strategis, Manajemen, dan DKV. Pada 2021 lalu, Prodi Teknik Elektro dan Teknik Fisika juga mendapatkan sertifikasi akreditasi dari The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).

Tak hanya secara akademis, UMN juga berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana terbaik untuk sivitas akademika. UMN pun meraih peringkat ke-146 dunia dalam UI GreenMetric World University Rankings 2021 sebagai kampus berkelanjutan di dunia. Sebelumnya, UMN telah mempertahankan predikat pertamanya sebagai Kampus Swasta Terhijau se-Jabodetabek. Hasil pemeringkatan ini sekaligus menunjukkan kontribusi UMN untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui ragam prestasi dan penghargaan ini, UMN berhasil meraih akreditasi institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Oktober 2023 lalu. Sebelum meraih akreditasi institusi Unggul, UMN telah menorehkan akreditasi A pada 2016. UMN saat itu menjadi salah satu dari 15 perguruan tinggi swasta yang mendapatkan akreditasi A.

Rektor UMN Dr. Ninok Leksono, M.A. mengatakan pencapaian ini menjadi bukti bahwa UMN sedari awal sudah berorientasi pada mutu tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tiga aspek itu, terdiri atas pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

“Akreditasi Unggul dicapai dalam usia UMN yang relatif masih muda, 17 tahun. Segenap sivitas akademika dan keluarga besar UMN tentu sangat bangga dengan buah jerih payah dan kerja keras mengejar mutu yang selama ini diupayakan,” ungkap Ninok, pada Jumat, (1/12).

Meskipun demikian, Ninok mengatakan upaya UMN untuk terus meningkatkan mutunya tak akan berhenti. Namun, pencapaian ini justru menjadi amanah bagi UMN untuk terus bertumbuh. Ia menyebut UMN akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam skala internasional.

Menurut Ninok, standar internasional sudah sejalan dengan komitmen UMN untuk menjadi World Class University. Ia pun mengungkapkan UMN saat ini tengah menjajaki untuk masuk dalam QS Stars – sistem rating universitas di dunia untuk mengukur kualitas pendidikan tingginya.

“Meminjam judul buku bisnis, UMN ingin bertumbuh ‘From Good to Great’. Kami juga ingat peribahasa Prancis yang dulu sering dikutip mendiang Pak Jakob Oetama ‘noblesse oblige’, yang berarti ‘Mereka yang mendapat kehormatan, memikul kewajiban’,” kata Ninok.

Cetak Lulusan Terbaik

Banyak pengalaman pertama yang bisa menjadi momen pembelajaran hingga membuka pengalaman baru lainnya. Quincy Meilisa Wongso merupakan salah satu alumni UMN angkatan awal yang “menyicipi” banyak pengalaman pertama selama berkuliah di UMN sejak 2009. Mulai dari menjadi anggota BEM UMN angkatan pertama hingga membuat acara donor darah dari tugas mata kuliah.

Perempuan yang pernah menempuh studi Ilmu Komunikasi di UMN itu kini bekerja di L’Oréal Indonesia sebagai Senior Brand Communications Manager. Ia pun mengaku banyak mata kuliah yang bisa diimplementasikan dengan baik di dunia kerja berkat para dosen yang juga merupakan praktisi industri.

“UMN itu kampus yang terbuka dan adaptif pada perubahan. Dosen-dosennya juga berdedikasi untuk terus mengembangkan para mahasiswa,” ungkap Quincy.

Cerita serupa juga datang dari alumni Prodi FTV (Animasi) UMN 2014, Jeanne Coritama. Ia mengungkapkan pengalaman kerja kelompok, pembangunan karakter, dan kegiatan organisasi di UMN menjadi fondasi kokoh baginya untuk memulai karier secara profesional. Proyek tugas kuliahnya pun berhasil memotivasinya untuk mengejar impian pembuatan film animasi berskala internasional.

“Momen paling berkesan adalah ketika proyek tugas film animasi pendek tim saya yang berjudul ‘Reform’ terpilih menjadi nominasi film pendek animasi terbaik di Festival Film Indonesia. Film pendek kami juga berhasil masuk dalam berbagai festival film dan ditayangkan di beberapa negara,” kata Jeanne.

Jeanne kini bekerja sebagai Character Set Up TD di Sony Pictures Imageworks di Vancouver, British Columbia, Kanada. Beberapa proyek film terbarunya, antara lain “Antman and The Wasp: Quantumania” (2023), “Guardians of The Galaxy vol.3” (2023), dan “Spider-Man: Accross the Spiderverse” (2023).

Memasuki usia UMN ke-17 tahun ini, mereka pun berharap UMN dapat mempersiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh untuk berkarya dan berdampak positif. Pengabdian UMN di dunia pendidikan selama belasan tahun ini juga diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa, baik secara nasional maupun internasional. (red/rlls)

Leave a Reply