BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Hari Raya Iduladha 1447 H menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah haji dan berkurban. Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib bagi setiap muslim yang mampu secara fisik maupun finansial. Sementara itu, berkurban merupakan sunnah muakkadah atau ibadah yang sangat dianjurkan.

Kedua ibadah tersebut tentu membutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar dapat terlaksana dengan baik. Menjelang Iduladha 1447 H, harga hewan kurban di berbagai daerah di Indonesia tercatat mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen. Di sisi lain, pemerintah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2026 sebesar Rp54,19 juta per jemaah, turun Rp1,24 juta dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp55,43 juta. Pemerintah juga menetapkan masa tunggu haji reguler yang relatif merata di kisaran 26–27 tahun di hampir seluruh provinsi.

Head of Syariah Astra Life, Widyaningsih, mengatakan bahwa bagi muslim yang telah memiliki kesiapan fisik dan finansial, ibadah haji perlu menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan. Begitu pula ibadah kurban tahunan yang membutuhkan kedisiplinan agar dananya tidak tergeser oleh kebutuhan lainnya.

“Dalam proses mengumpulkan dana haji dan kurban, masyarakat juga perlu mengantisipasi berbagai risiko tak terduga yang dapat memengaruhi stabilitas finansial keluarga. Di sinilah pentingnya peran asuransi jiwa syariah sebagai bentuk ikhtiar perlindungan berbasis tolong-menolong yang dapat memberikan ketenangan pikiran sekaligus menjaga masa depan keluarga tetap maslahat dan sejahtera,” ujar Widyaningsih.

Untuk membantu masyarakat menyusun perencanaan keuangan jelang Iduladha, Astra Life Syariah membagikan empat tips mengatur prioritas finansial:

1. Prioritaskan Dana Darurat dan Hindari Utang Konsumtif

Langkah awal yang penting dilakukan adalah memastikan kondisi keuangan keluarga tetap stabil dengan melunasi utang berbunga tinggi serta membangun dana darurat. Astra Life Syariah mengimbau masyarakat menghindari cicilan konsumtif berlebihan yang dapat menghambat rencana menabung.

Kenaikan penghasilan seperti gaji, bonus, THR, atau pemasukan tambahan dapat dialokasikan untuk tabungan haji dan kurban. Selain itu, pengeluaran kecil yang rutin namun tidak disadari, seperti terlalu sering belanja online, berlangganan layanan hiburan yang jarang digunakan, hingga penggunaan paylater berlebihan, juga perlu dikurangi agar tujuan menabung lebih mudah tercapai.

2. Buat Rekening Tabungan Khusus Kurban dan Haji

Membuka rekening khusus untuk tabungan haji dan kurban dinilai efektif agar dana tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur autodebet yang tersedia di sejumlah bank syariah agar proses menabung berjalan konsisten.

Untuk kurban, skema kurban kolektif di lingkungan perumahan juga bisa menjadi alternatif. Dana bersama tersebut sebaiknya dikelola melalui rekening terpisah agar transparan dan tidak bercampur dengan kas RT maupun anggaran kegiatan lainnya.

3. Investasi Emas Secara Rutin

Emas masih menjadi salah satu instrumen favorit untuk mempersiapkan dana haji jangka panjang. Selain nilainya cenderung meningkat, emas juga dianggap efektif sebagai pelindung nilai terhadap inflasi biaya haji dan fluktuasi kurs.

Likuiditasnya yang tinggi membuat emas mudah dicairkan atau digadaikan ketika memasuki masa pelunasan biaya haji. Karena itu, Astra Life Syariah mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi emas secara bertahap sesuai kemampuan, sehingga persiapan menuju Tanah Suci terasa lebih ringan.

4. Lindungi Finansial Keluarga dengan Asuransi Jiwa Syariah

Perencanaan ibadah haji juga perlu dibarengi perlindungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepemilikan asuransi jiwa syariah dinilai penting untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga selama jemaah menjalankan ibadah.

Menjawab kebutuhan tersebut, Astra Life Syariah menghadirkan berbagai pilihan proteksi yang dikelola sesuai prinsip syariah. Salah satunya melalui Flexi Life Protection Syariah, produk asuransi jiwa berjangka syariah yang memberikan santunan asuransi atas risiko meninggal dunia hingga Rp2 miliar, tanpa cek medis, serta manfaat santunan tutup usia akibat kecelakaan sebesar 200 persen.

Produk ini tersedia dengan kontribusi mulai dari Rp228 ribu per tahun, dengan pilihan pembayaran bulanan, kuartalan, semesteran, hingga tahunan. Informasi lengkap mengenai produk tersebut dapat diakses melalui [ilovelife.co.id](https://ilovelife.co.id?utm_source=chatgpt.com).

Melalui empat panduan finansial ini, Astra Life Syariah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyusun skala prioritas keuangan untuk mewujudkan ibadah haji dan kurban yang berkah di Hari Raya Iduladha. Dengan perlindungan asuransi jiwa syariah, kenyamanan dan keamanan selama beribadah pun dapat lebih terjaga.

Ke depan, Astra Life Syariah berkomitmen terus memperluas akses proteksi syariah bagi masyarakat Indonesia, demi menghadirkan rasa aman, cinta, dan ketenteraman bagi keluarga Indonesia. (red/rlls)

Leave a Reply