BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-  PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) menegaskan kesiapan memperkuat perannya sebagai penyedia solusi Engineering, Procurement, Construction (EPC) dan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan perusahaan dalam Electricity Connect 2026 (Enlit Asia) yang berlangsung pada 22-24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang Banten.

Ajang yang diinisiasi Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dan didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut menjadi momentum bagi PT GUT untuk memperkenalkan kapabilitas serta pengalaman perusahaan dalam mengerjakan proyek transmisi, gardu induk, pembangkit, hingga sistem kelistrikan industri berskala besar.

Keikutsertaan PT GUT juga menjadi bagian dari dukungan sektor swasta terhadap agenda penguatan infrastruktur energi nasional. Pengembangan jaringan transmisi, peningkatan kapasitas gardu induk, serta penguatan interkoneksi antarkawasan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kebutuhan listrik, termasuk untuk kawasan industri dan pusat data.

PT GUT memiliki rekam jejak dalam mengerjakan berbagai proyek kelistrikan tegangan tinggi. Di antaranya Electrical Construction dan Testing/Commissioning pada PLTU Jawa 9 & 10 Suralaya yang mencakup 2 x 1370 MVA GSUT, 4 x 60 MVA Aux Transformer, dan Isolated Phase Busduct.

Perusahaan juga terlibat dalam pembangunan Gardu Induk Gas Insulated Switchyard (GIS) 500 kV Sentral Jawa di Batang serta Construction & Commissioning Work untuk 150 kV GIS Senayan III Substation.

Pengalaman PT GUT juga mencakup proyek interkoneksi dan infrastruktur kelistrikan di luar Jawa, antara lain EPCC Turn Key Project 150 kV Transmission Line East Bali, pembangunan 150 kV GIS Bengkulu, Kalselteng 2 x 100 MW (PLTU Asam-Asam), serta proyek kelistrikan pertambangan terintegrasi Adaro Group di Kalimantan Selatan.

Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PT Graha Usaha Teknik, Kuswanto Rahayu (Dade), mengatakan kebutuhan terhadap pasokan listrik yang andal semakin penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tuntutan terhadap jaminan pasokan listrik di Indonesia saat ini berada pada fase krusial demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. PT GUT mendukung penuh dan siap mengawal seluruh kebijakan strategis dari Presiden serta Kementerian ESDM. Lewat sinergi erat bersama MKI di forum ini, kami memastikan kesiapan operasional penuh untuk mengeksekusi proyek-proyek jaringan transmisi interkoneksi tinggi dan gardu induk modern, demi memastikan seluruh pasokan daya industri dan masyarakat terpenuhi dengan kualitas terbaik dan standar keselamatan kerja yang mutlak,” ujar Kuswanto.

Menurutnya, besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan keterlibatan penyedia solusi EPC nasional yang memiliki kapasitas teknis dan pengalaman proyek.

Direktur Marketing PT Graha Usaha Teknik, Agung Sutiastoro, melihat perkembangan pembangunan jaringan transmisi dan kebutuhan listrik nasional sebagai peluang bagi perusahaan untuk memperluas kemitraan strategis.

“Arahan pemerintah dan ekspansi jaringan transmisi masif telah membuka ruang pasar ketenagalistrikan yang sangat luas. Kehadiran PT GUT di Electricity Connect 2026 dirancang untuk menangkap peluang kemitraan strategis tersebut. Sebagai bukti nyata komitmen kami pada transisi energi bersih, PT GUT saat ini tengah dipercaya untuk mengeksekusi 3 pekerjaan Pembangkit Energi Bersih berbasis panas bumi (Geothermal) di 3 lokasi berbeda secara simultan, yaitu proyek Geothermal Salak 7, Patuha 2, dan Dieng. Kami siap menawarkan ekosistem solusi kelistrikan terintegrasi dari hulu ke hilir guna mendukung kementerian dalam mempercepat elektrifikasi industri strategis serta pemenuhan daya super-stabil di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.”

Selain kemampuan perusahaan dalam menjalankan proyek, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang dinilai penting dalam menghadapi perkembangan teknologi ketenagalistrikan.

Direktur Teknis PT Graha Usaha Teknik, Abdul Hamid, mengatakan tenaga ahli lokal yang dimiliki perusahaan telah memiliki pengalaman dalam menangani berbagai tahapan proyek kelistrikan.

“Modernisasi sistem jaringan listrik nasional menuntut kompetensi teknik tingkat tinggi. Kami bangga menegaskan bahwa talenta dan SDM lokal Indonesia di PT GUT telah memiliki keahlian yang sangat matang dan siap bersaing di kancah regional. Berbekal rekam jejak lebih dari dua dekade membangun kelistrikan nasional, para insinyur lokal kami mampu menangani seluruh fase rancang bangun (engineering) hingga komisioning megaproyek kelistrikan secara mandiri, aman, dan kokoh.”

Dari sisi pembiayaan proyek, Direktur Keuangan PT Graha Usaha Teknik, Ambarlin Widanarti, menekankan pentingnya infrastruktur listrik yang kuat dalam mendukung iklim investasi dan produktivitas industri.

“Infrastruktur kelistrikan yang kuat adalah prasyarat utama untuk menarik investasi global dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. Kepastian pasokan listrik yang berkualitas akan menjaga produktivitas sektor industri strategis nasional tetap optimal. Dari sisi finansial, PT GUT berkomitmen menjaga struktur modal yang sehat dan kapasitas pendanaan yang kuat demi menjamin seluruh proyek penugasan kelistrikan dari klien dapat diselesaikan secara tepat waktu, transparan, dan akuntabel.”

Melalui partisipasinya dalam Electricity Connect 2026, PT GUT membuka ruang pertemuan dengan regulator, pengembang proyek, pelaku industri, mitra usaha, serta media untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan.

Perusahaan menilai sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia solusi EPC menjadi bagian penting dalam membangun sistem kelistrikan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan kawasan industri dan pusat-pusat ekonomi baru.

Patut diketahui, PT Graha Usaha Teknik merupakan perusahaan swasta nasional yang menyediakan layanan profesional di bidang Manajemen Proyek, Engineering, Procurement, Construction (EPC), dan Maintenance untuk sektor industri, infrastruktur, dan energi.

Berdiri sejak 2005, PT GUT memiliki kompetensi di bidang elektrikal, instrumentasi, mekanikal, dan sipil. Perusahaan memiliki pengalaman dalam pengerjaan berbagai proyek ketenagalistrikan skala besar di sejumlah wilayah Indonesia. (red/*)

Leave a Reply