BESTTANGSEL.COM, TANGERANG SELATAN – Setelah berhasil membina para pelaku usaha hingga menjadi besar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan kembali menggagas wirausaha baru.
Hal ini disamapikan oleh Kepala Perindustrian, Disperindag Kota Tangsel, Ferry Payacun saat mengelar kegiatan dua hari di Kampung Anggrek, Serpong.
Sekitar 70 peserta sebagian besar adalah mereka yang baru merintis, bahkan sama sekali disebutkan Ferry memang sengaja diundang untuk memperoleh wawasan soal wirausaha.
“Bukan hanya pemerintah daerah menargetkan wirausaha baru dalam kurun satu tahunnya, tapi pemerintah pusat pun sama mencapai sekitar lima puluh ribu wirausaha baru. kami di daerah cukup membentuk 10 kelompok usaha bersama saja masing-masing kelompok usaha berjumlah sepuluh anggota,” katanya.
Dengan tema ‘Fasilitasi Kelembagaan Industri Kecil’ turut dihadiri Kepala Disperindag dra. Maya Mardiana, kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagekerjaan Kota Tangsel, Ibkar Saloma serta perwakilan dari Bank Tabungan Negara (BTN).
Ferry melanjutkan, pihaknya sengaja mendatangkan mereka untuk memberikan banyak hal terkait dengan IKM di Tangsel, seperti BPJS dan sokongan permodalan. IKM di Tangsel diwajibkan tercover dengan BPJS agar memiliki jaminan keselamatan.
Baru-baru ini juga melakukan tanda tangan kerjasama dengan BPJS agar seluruh komponen pelaku usaha di Tangsel terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
“Termasuk juga dari perbankan dapat memperoleh bantuan KUR bagi IKM yang membutuhkan permodalan. Pemerintah menyediakan banyak fasilitas tinggal masyarakat selaku IKM serius dan semangat mengikuti sampai menjadi pengusaha nantinya,” harap Ferry.
Mimpi awal empat tahun silam, tak pernah terbayangkan, salah satunya saat Produk Sagon Bakar milik Ibu Irma di Pamulang Timur kini sangat terkenal, bahkan sudah dikirim ke berbagai tempat. termasuk sambal HJ Lina, di Serpong dan produk-produk lain seangkatan yang berhasil Disperindag bina.
Ketika itu belum terbayangkan bakal menjadi produk hebat, tapi sekarang semua terwujud.
“Pembinaan sekarang juga sama akan terlihat hasil empat tahun silam, ini berkaca dengan mereka yang sudah berhasil lebih dulu. Misalnya Sagon Bakar, awalnya orang tidak ada yang kenal, tapi lembat laun dengan berbagai perbaikan berbagai aspek, kualitas kemasan, harga kompetitif, manjemen produksi, manajemen pemasaran dan pembaruan alat menjadikan produk sagon bakar digemari masyarakat,” tambahnya.
Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardian mengharapkan IKM Tangsel jauh lebih berkembang lagi dalam hal pengembangan nilai produksi, dan dalam bentuk perhatian Pemkot Tangsel bersama mitranya yakni BPJS Ketenagakerjaan serta Bank BTN untuk bekerjsama memasukan usaha dalam bentuk pembiayaan KUR dan asuransi ketenagakerjaan.
BR

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.