BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II (BBMKG Wilayah II) mengimbau masyarakat Provinsi Banten untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi pada periode 4–10 Maret 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan atmosfer terbaru, terdeteksi Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat yang memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis. Sistem ini bergerak ke arah timur dalam 24 jam ke depan dan membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Pulau Jawa, sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Banten.

Selain itu, dinamika atmosfer menunjukkan adanya pertemuan angin Monsun dari utara dengan angin baratan dari Samudra Hindia di wilayah selatan Indonesia. Kondisi tersebut diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Kelvin dan Low Frequency, serta labilitas lokal yang kuat. Kombinasi faktor ini meningkatkan potensi cuaca signifikan dalam sepekan ke depan.

Prospek Cuaca 4–7 Maret 2026

BBMKG Wilayah II memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di:

Kabupaten Tangerang bagian utara dan selatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak bagian timur dan selatan.

Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan melanda: Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak bagian utara dan tengah.

Prospek Cuaca 8–10 Maret 2026

Pada periode ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan.

Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Selain hujan lebat, BBMKG Wilayah II juga mencatat potensi angin kencang hingga 45 km/jam pada 4–8 Maret 2026 di sebagian besar wilayah Banten.

Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 90S juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut. Gelombang kategori tinggi (2,5–4,0 meter) diprakirakan terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang. Sementara gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian utara dan perairan selatan Lebak.

Waspada Banjir Rob

Fase bulan purnama pada 3 Maret 2026 turut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pemantauan data water level serta prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi pada 4–9 Maret 2026, khususnya di: Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang (Kecamatan Labuan), Pesisir Selatan Pandeglang (Kecamatan Cikeusik), Pesisir Selatan Lebak (Kecamatan Bayah).

Kepala BBMKG Wilayah II, Dr. Hartanto, ST, MM, mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah antisipatif demi keselamatan.

Masyarakat juga diingatkan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG dan media sosial @bmkgwilayah2. Informasi akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini. (red/*)

Leave a Reply