BESTTANGSEL.COM, SERPONG- Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, meninjau kesiapan armada bus sekolah gratis di Terminal Tipe A BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Jumat (10/7). Pengecekan dilakukan menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada Senin mendatang.
Dalam peninjauan tersebut, Pilar memastikan seluruh armada telah melalui perawatan menyeluruh selama masa libur sekolah sehingga siap kembali melayani para pelajar di Kota Tangerang Selatan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan yang sudah dengan antisipatif mempersiapkan bus sekolah operasionalnya untuk hari Senin besok. Kemarin waktu libur dimanfaatkan untuk perbaikan menyeluruh, servis menyeluruh, pemeriksaan, penggantian ban dan lain sebagainya. Semuanya sudah diuji, dikir, dan insya Allah siap beroperasi seperti biasa setiap hari,” ujar Pilar.
Pilar mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga berkomitmen menambah jumlah armada bus sekolah secara bertahap mengingat tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi gratis tersebut.
Menurutnya, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 98.500 penumpang memanfaatkan layanan bus sekolah gratis.
“Insya Allah ke depan kita upayakan. Yang pertama kita optimalkan yang ada, yang kedua mudah-mudahan kita bisa terus tambah. Mungkin tahun ini atau tahun depan kita tambah bus sekolah gratis ini supaya jumlah penumpangnya bisa lebih banyak lagi, karena animo masyarakat sangat luar biasa. Tahun 2025 ada 98.500 penumpang dalam satu tahun,” katanya.
Pilar menegaskan layanan bus sekolah hanya diperuntukkan bagi pelajar dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat umum.
“Kalau untuk masyarakat umum tidak bisa, karena ini khusus untuk anak-anak sekolah. Tapi untuk anak berkebutuhan khusus ada dua bus dan satu elf. Orang tua diperbolehkan ikut mendampingi anaknya, bukan untuk berkendara sendiri, tetapi untuk menemani anaknya yang memang membutuhkan pendampingan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa armada khusus bagi anak berkebutuhan khusus menghadapi tantangan tersendiri, mulai dari aksi vandalisme hingga kerusakan yang dilakukan oleh penumpang. Meski demikian, Pemkot terus melakukan evaluasi agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Ada yang kacanya dipecahkan, ada yang melepas rem saat bus diparkir. Tapi kita terus mengevaluasi. Tim driver harus lebih sabar, lebih fokus, dan lebih berhati-hati. Driver dan pendamping untuk bus berkebutuhan khusus juga tidak diganti-ganti supaya mereka memahami karakter anak-anak yang dilayani,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel masih terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan terkait usulan hibah armada bus tambahan.
“Kami terus berkomunikasi dengan kementerian. Kami juga sudah memaparkan kebutuhan secara detail. Mudah-mudahan mendapatkan kabar positif sehingga bisa dimanfaatkan untuk anak-anak kita,” ujar Pilar.
Operasional Dipastikan Tidak Terganggu
Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pilar memastikan operasional bus sekolah gratis tetap berjalan hingga akhir tahun setelah dilakukan penyesuaian anggaran.
“Memang harga bahan bakar tahun ini ada kenaikan. Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan pergeseran anggaran supaya bus sekolah gratis bisa beroperasi penuh selama satu tahun. Tidak ada alasan bus sekolah gratis berhenti beroperasi karena tidak ada bensin,” tegasnya.
Ia menyebut kebutuhan tambahan anggaran akibat kenaikan harga BBM mencapai sekitar Rp400 juta dalam satu tahun.
“Selisihnya sekitar Rp400 juta untuk kebutuhan bensin selama satu tahun. Kalau nanti ada kenaikan lagi, kita akan lakukan penyesuaian anggaran lagi supaya layanan ini tidak terganggu karena ini pelayanan wajib bagi anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, menjelaskan kenaikan harga BBM sempat membuat anggaran operasional hanya cukup hingga Agustus 2026.
“Saat menyusun anggaran 2026, harga BBM masih sekitar Rp14 ribuan dengan standar satuan harga Rp15 ribu. Setelah terjadi kenaikan yang cukup tinggi, anggaran kami saat itu hanya cukup sampai Agustus. Solusinya kami menggeser sejumlah kegiatan yang belum berjalan untuk memenuhi kebutuhan BBM, sehingga insya Allah sampai akhir tahun 2026 operasional bus sekolah tetap aman,” jelas Ayep.
Menurutnya, tambahan armada dari pemerintah pusat belum dapat dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran karena jumlah hibah yang akan diterima belum diketahui.
“Penambahan bus dari kementerian belum ada kepastian berapa unit yang akan kami terima. Karena itu pada perubahan anggaran ini kami belum bisa menganggarkan tambahan BBM untuk armada hibah tersebut,” ujarnya.
Ayep mengatakan, apabila hibah kendaraan jenis elf terealisasi, Dishub akan membuka rute baru di wilayah Ciputat dan Pondok Aren yang selama ini belum terlayani bus sekolah karena kondisi ruas jalannya relatif sempit.
“Kalau nanti hibah elf sudah ada, kita akan coba membuka rute di Ciputat dan Pondok Aren karena kendaraan jenis elf lebih sesuai dengan kondisi jalan di wilayah tersebut,” katanya.
Menghadapi hari pertama masuk sekolah, Dishub Tangsel juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan lalu lintas.
“Kami menugaskan petugas di lapangan untuk mengatur lalu lintas. Biasanya pada hari pertama sekolah banyak orang tua yang mengantar anaknya, sehingga fokus kami adalah melakukan pengaturan arus kendaraan agar kemacetan bisa diminimalkan,” pungkas Ayep. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.