BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Setelah lebih dari satu minggu menyelidiki kasus meninggalnya Aurellia Qurratu Aini, calon pembawa baki bendera Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tangerang Selatan pada 1 Agustus 2019 lalu, Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan melalui konferensi persnya, Selasa (14/8), menyimpulkan bahwa, Aurell meninggal bukan akibat penganiayaan anggota PPI, melainkan akibat kelelahan.

“Kami sudah melakukan penyelidikan kepada pihak-pihak terkait, seperti yang memandikan jenazah, dokter dan perawat yang menangani saat Aurell pingsan karena terjatuh, kami menyimpulkan bahwa almarhumah Aurellia meninggal akibat faktor akumulasi kelelahan,” tutur Ferdy.

Hadir di konferensi pers tersebut, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, yang ditemani oleh pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto langsung meminta agar panitia penyelenggara Paskibra, yakni Dinas Pemuda dan Olahraha Tangsel untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem pelatihan calon Paskibra.

“Jika kemaren-kemaren cek kesehatan hanya dilakukan di awal seleksi, kini cek kesehatan harus ada sebelum dan sesudah anak-anak berlatih. Siapkan juga makanan dengan nutrisi yang baik bagi calon Paskibra. Intinya anak-anak calon Paskibra harus benar-benar diperhatikan kesehatannya,” ucap Airin.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.