Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng M Faqih, SH.MH (kiri), dan Ketua Hari Bakti Dokter Indonesia ke-111, Dr. Henry Salim Siregar SpOG, saat mencanangkan Hari Bakti Dokter Indonesia, (20/5/2019).

BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – Stunting dan penyakit tidak menular, masih menjadi fokus utama penanggulangan masalah kesehatan di Indonesia. Agar lebih maksimal, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berencana menggelar sejumlah kegiatan di berbagai daerah, sebagai ajang sosialisasi kesehatan bagi masyarakat.

“Hingga saat ini penanggulangan masalah stunting di Indonesia baru 38%, dan masalah penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, obesitas meningkat. Tentunya ini menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat baik para medis juga pemerintah,” tutur Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng M Faqih, SH.MH di sela pencanangan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-111, Senin (20/5).

Menurut Daeng, pembangunan kesehatan tidak terlepas dari peran sentral dokter. Dokter adalah intelektual yang dalam menjalankan profesinya berhadapan langsung atau berada di tengah masyarakat dengan bekal nilai profesi yang menjadi kompas dalam segala tindakannya. Nilai profesi tersebut antara lain kemanusiaan (humanism), etika (ethics) dan kompetensi (competence).

“Dimanapun dokter berada, sebaiknya  menjalankan peran intelektual professional. Itulah yang dilakukan oleh para sejawatnya lebih dari seabad yang lalu,” tandas Daeng.

Terkait rencana akan digelarnya berbagai acara kesehatan, Ketua Panitia Hari Bakti Dokter ke-111 Dr. Henry Salim Siregar, SpOG mengungkapkan tahun ini, peringatan HBDI mengambil tema IDI menyehatkan bangsa. Tema ini ditetapkan dengan semangat untuk menggugah kembali keutuhan, kebersamaan, kesatuan dan keterpaduan antara satu anak bangsa dengan yang lainnya.

“Sejumlah kegiatan akan digelar mulai 20 Mei hingga 28 Oktober 2019. Diantaranya pembagian suplemen MMN pada remaja wanita, calon ibu, ibu hamil dan ibu menyusui, pembagian susu bagi anak usia diatas 1 tahun dan ibu hamil, gerakan sumbangan kacang hijau dan telur ke Posyandu , talkshow dan dialog interaktif kesehatan reproduksi remaja serta menerbitkan buku IDI menyiapkan generasi emas,” papar Dr. Henry.

“Selain itu ada juga gerakan cuci tangan, gerakan minum air, dokter kecil, pemberdayaan makanan khas daerah sebagai sumber gizi seimbang dan kampanye sarapan sehat,” ungkapnya.

Berbagai kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia yang disponsori oleh Sabun Dettol dan klikdokter tersebut, akan digelar di sejumlah lokasi seperti banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Palangkaraya, Makassar, Manado dan Ternate. Puncak acara akan digelar di DKI Jakarta berupa fun run dan panggung ceria IDI menghibur masyarakat.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.