Muhtar Arofik, kakek 66 tahun yang berprofesi sebagai tukang timer angkutan Kota D. 10 Ciputat-Pondok Aren berhasil dibekuk Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ciputat.

Kakek 5 cucu itu dibekuk guna mempertanggung jawabkan perbuatannya membunuh Sukamto penjual kopi di Ciputat yang tewas kemarin.

 

FOTO : ISTIMEWA

FOTO : ISTIMEWA

 

Jenasah Sukamto ditemukan terkapar tak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat di dalam warung kopi miliknya di Jalan Ki Hajar Dewantara, RT 01/06, Kelurahan Ciputat. (06/08/2016).

Pelaku mengaku kesal dan sakit hati terhadap korban, karena merendahkan dirinya dengan kata-kata gembel.

“Saya sakit hati, dibilang gembel sama dia karena tidur di warungnya, saya sudah lama kenal dia tapi saat itu saya sakit hati karena dihina seperti itu,” ucapnya di Polres Tangsel kepada Senin.

Ia juga mengungkapkan, membunuh Sukamto dengan cara memukul leher dan menghunuskan pisau dan batu konblok yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya tusuk dibagian perut kiri dan dan dibagian mulut, sebelumnya saya pakai tangan kosong mukul lehernya, dan saya menyesal, khilaf melakukan itu,” ucapnya lagi.

Ia juga mengakui, pasca membunuh Sukamto, dirinya juga sempat mengambil uang sebesar Rp. 400 ribu dan sebungkus rokok dari warung tersebut.

“Uangnya saya pake bayar utang di warteg tempat biasa saya makan dan saya bagikan ke cucu-cucu saya,” pungkasnya.

 

 

TEKS : IYAR

FOTO : ISTIMEWA