BESTTANGSEL.COM, Tanggerang Selatan-Setelah dipastikan gagal melaju ke Semi Final Piala AFF. Timnas Indonesia harus tertunduk lesu usai hasil imbang yang diperoleh Filipina melawan Thailand malam tadi.

Skor 1-1 cukup bagi Filipina untuk mengamankan posisinya di Grup B. Dengan perolehan tujuh poin, membuat anak asuh Bima Sakti tak mampu lagi mengejar perolehan poin Filipina meski di Minggu nanti, Timnas Garuda mampu menaklukkan Filipina dengan skor telak sekalipun.

Namun, jika disaksikan kembali dengan saksama pertandingan Filipina melawan Thailand malam tadi, ada setidaknya tiga keanehan di dunia sepak bola menyusul hasil seri yang didapat kedua kesebelasan.

Berikut tiga keanehan di Pertandingan Filipina kontra Thailand.

1. Bukan permainan Thailand

Pada laga kali ini, Timnas Thailand berlaga seperti bukan pada permainan terbaiknya. Tak seperti dua pertandingan sebelumnya, Thailand tampil tanpa pola permainan dan cenderung keras.

Terbukti, tiga kartu kuning harus keluar dari kantong wasit sepanjang paruh pertama. Philip Roller, Thitipan Puangchan, dan Tanaboon Kesarat harus dihukum kartu kuning dalam kurun waktu kurang dari 15 menit.

Padahal, tim asuhan Milovan Rajevac tak pernah mengoleksi kartu kuning di dua laga sebelumnya, yaitu melawan Timor Leste dan Indonesia. Thailand juga tercatat lemah dalam menyerang dengan hanya mampu mencatatkan dua tembakan, satu melenceng dan satu lainnya berbuah gol.

Ini sangat jauh dari apa yang biasa Timnas Thailand lakukan. Pada dua pertandingan sebelumnya, Thailand tampil agresif dan memiliki inisiasi serangan yang tinggi dengan menciptakan banyak peluang.

2. Gol sedekah Filipina

Sempat unggul lebih dulu, Thailand justru kecolongan di menit-menit akhir laga hampir usai. Gol dari Supachai Jaided pada menit ke-56 membuat Thailand seperti di atas angin untuk meraih kemenangan.

Hingga akhirnya, gol dari Jovin Bedic pada menit ke-81 membuat laga kembali imbang. Gol tersebut terlihat cukup aneh mengingat bola tidak meluncur deras ke gawang Thailand. Bola yang sempat membentur tiang masih meluncur di depan garis gawang.

Kiper Thailand, Chatchai Cudprom, semestinya bisa dengan mudah menangkap bola yang meluncur pelan tepat di depan garis gawang. Namun, seperti sudah pasrah, bola akhirnya hanya dibiarkan terpental pelan di sisi gawang Thailand.

3. Pergantian ajaib

Biasanya, kesebelasan yang ingin memenangkan pertandingan akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bisa menciptakan peluang dan momentum-momentum cemerlang demi terciptanya gol kemenangan. Hal ini tak terlihat di kubu Thailand malam tadi.

Meski memulai laga dengan dua orang striker. Namun, ketika gol pertama tercipta, Tim Gajah Putih seolah tak ingin menambah pundi-pundi golnya. Thailand justru menggantikan gelandang senior, Tanaboon Kesarat dengan seorang gelandang berusia 22 tahun, Sasalak Haiprakhon.

Lalu, ada pula pergantian lain yang dilakukan Thailand di akhir Laga. Adisak Kraisorn diganti oleh Chananan Phombuppha pada menit ke-88. Thailand masih melakukan pergantian pada menit 90+2′ dengan menarik keluar sang pencetak gol, Supachai Jaided, yang diganti oleh Mongkol Tossakrai.

Hal tersebut menjadi janggal jika Thailand ingin mengejar gol kemenangan, karena sangat telat memasukkan striker pada menit ke-90+2′. (drm)

 

 

Sumber: kumparan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.