BESTTANGSEL.COM, PAMULANG TANGSEL- Tahu sagon? Makanan ringan yang terbuat dari tepung sagu dan kelapa. Pernah mencicipinya? Gurih renyah, itulah rasa sagon. Sagon inilah yang akhirnya membuka jalan usaha bagi Irma Husnul Hotimah, pengusaha Sagon Bakar di Tangerang Selatan.

Saat dikunjungi Irma tampak sibuk merapikan Sagon Bakar yang sudah dikemas dan siap dikirimkan. Namun di sela-sela kesibukannya, Irma mau bercerita dan berbagi pengalaman tentang perjalanan bisnisnya.

“Mulai usaha Sagon Bakar sejak tahun 2012. Idenya muncul saat sedang kumpul lebaran di rumah orang tua. Di antara banyaknya sajian kue, saya justeru tertarik dengan Sagon Bakar, mulai berpikir untuk membuat dan mencoba menjualnya dengan menitipkannya ke warung-warung tetangga”.

Irma tak menyangka jika Sagon Bakar buatannya banyak yang suka. Meski demikian, Irma belum dapat menikmati keuntungan. “Di awal jualan saya rugi, ini dikarenakan Sagon Bakar buatan saya sangat mudah hancur, apalagi saat itu saya hanya menggunakan kemasan plastik sederhana”, ungkap Irma.

Walau belum banyak memberikan keuntungan, Irma tetap membuat Sagon Bakar dan terus memasarkannya, hingga akhirnya Irma mendapat usulan untuk ikut Koperasi UKM di Tangerang Selatan. “Tahun 2014 ikut Koperasi dan mendapat fasilitas dari Deperindag Tangsel berupa ijin IRT, barkot, label halal dan kemasan. Dengan kemasan kardus dan kaleng, Sagon Bakar akhirnya bisa dijual secara online”, ujar Irma.

Irma juga mengatakan bahwa atas usulan wakil walikota dan CSR Tangsel, Sagon Bakar telah bekerjasama dengan mahasiswa-mahasiswa ITI Tangsel. “ITI telah membuatkan kami oven otomatis, dan saat ini para mahasiswanya sedang membuatkan logo yang mencirikan khas Tangsel untuk Sagon Bakar saya ini”, ucap Irma menambahkan.

Dijadikan sebagai icon ciri khas makanan atau oleh-oleh Tangsel membuat Irma terus mengepakan sayap bisnisnya. “Sagon Bakar memiliki ciri khas rasa yang unik karena terbuat dari kelapa muda, ini yang menjadikannya sebagai salah satu icon oleh-oleh Tangsel. Sebagai Icon saya berharap produk saya ini bisa didapatkan dengan mudah di Tangsel, untuk itu bersama CSR Tangsel kami sudah melakukan kerjasama dengan seluruh restoran, mall dan hotel untuk menyajikan Sagon Bakar di setiap outletnya. Saat ini Sagon Bakar Tangsel bisa didapatkan di beberapa mall, dan pusat oleh-oleh Tangsel di Kampung Anggrek Buaran Serpong, bahkan Sagon Bakar saya ini telah tembus ke Jerman dan Australi”, tutur Irma yang juga tak bosan mengadakan pelatihan pembuatan Sagon Bakar.

Dibantu dengan dua orang karyawan, per hari Irma bisa memproduksi 100 kaleng Sagon Bakar. Walaupun telah banyak permintaan, Irma tidak pernah mengurangi mutu dan kualitas rasa Sagon Bakar buatannya. “Ada banyak jenis sagon tetapi boleh dicoba Sagon Bakar Tangsel ini jauh lebih gurih dan renyah. Ini karena sagu yang kami gunakan adalah sagu tani asli dan kelapa muda parut yang fresh. Yang membedakan Sagon Bakar Tangsel dengan sagon lain adalah pada penggunaan kelapa parutnya, kami menggunakan kelapa muda dan tidak disangrai sehingga warna Sagon Bakar Tangsel tetap putih dan bersih”, jelas Irma yang menjamin rasa gurih pada setiap gigitan Sagon Bakarnya. “Ini juga dibuat tanpa pengawet tetapi tetap bisa tahan hingga 8-12 bulan, asalkan dikemas dengan kemasan kedap udara”, pungkasnya. (Red/Ash)

Leave a Reply