BESTTANGSEL.COM, TANGERANG- Universitas Multimedia Nusantara meraih peringkat ke-146 dunia dalam UI GreenMetric World University Rankings 2021 yang diumumkan pada Jumat (14/12/21). Tidak hanya itu, UMN juga masih mempertahankan predikat pertamanya sebagai Kampus Swasta Terhijau se-Jabodetabek. Hasil pemeringkatan ini menunjukkan komitmen dan kontribusi UMN untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

UI GreenMetric World University Rankings adalah publikasi tahunan yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia tentang pemeringkatan universitas di seluruh dunia berdasarkan komitmen dan tindakan terhadap keberlanjutan. Adapun pemeringkatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran universitas terhadap keberlanjutan.

Terdapat enam kategori penilaian di dalam pemeringkatan UI GreenMetric ini, antara lain area dan infrastruktur (setting and infrastructure), energi dan perubahan iklim (energy and climate change), limbah (waste), air (water), transportasi (transportation), dan edukasi (education). Dari keenam kategori ini, UMN mendapatkan poin tertinggi dan peringkat ke-48 dunia di kategori pengolahan air.

“UMN sendiri sih semua air yang ada itu di-recycle, tetapi di-recycle-nya bukan yang langsung kena orang. Misalnya, kalau air keran kan kena sama orang, ya. Itu [air yang bersentuhan langsung dengan penggunanya] kita masih pake air yang dari PDAM. Tapi, air yang enggak langsung kena staf dan sivitas akademika UMN itu hasil recycle semua,” ujar Niki Prastomo selaku Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN dan konsultan untuk UI GreenMetric dari UMN.

Meskipun demikian, Niki mengungkapkan UMN harus terus meningkatkan komitmennya terhadap keberlanjutan ini. Ia berpendapat bahwa pencapaian UMN di pemeringkatan ini baru sebatas permukaan saja. Menurutnya, pembangunan pola pikir dan budaya keberlanjutan di UMN menjadi hal terpenting untuk diperhatikan.

Untuk ke depannya, Andrey Andoko sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UMN mengatakan UMN akan terus berinisiatif meningkatkan berbagai program keberlanjutan. Adapun Andey mengungkapkan kegiatan keberlanjutannya nanti akan banyak difokuskan terhadap kegiatan kemahasiswaan.

“Termasuk riset kegiatan di akademik tentang sustainability. Yang salah satu kita pertimbangkan itu juga jumlah kendaraan yang masuk ke kampus. Itu perlu kebijakan yang ekstrim. Misalnya, dibatasi jumlah kendaraan yang masuk ke kampus,” tutur Andrey. (Red/rlls)

Leave a Reply