img_2220BESTTANGSEL.COM- Pusat Peragaan Iptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama Science Center adakan Kongres Asosiasi Science Center Indonesia (ASCI) 2016 pada 3-6 Oktober 2016 di Hotel Grand Zuri, Serpong.
Asosiasi Science Center Indonesia atau disebut ASCI merupakan organisasi yang menaungi Science Center yang berada di Indonesia. Science Center sendiri merupakan wahana pembelajaran Iptek non formal untuk semua usia yang berperan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Jumain Appe menuturkan, kehadiran Science Center di daerah sangat penting untuk pembudayaan Iptek pada generasi muda.

”Membudayakan Iptek di masyarakat tidak bisa hanya dilakukan dalam satu dua hari. Science Center adalah salah satu tempat pembudayaan, melalui ajang rekreasi dan juga edukasi mengenai Iptek yang sangat dasar. Karena itu distribusi pengembangan pusat-pusat Iptek harus dilakukan di daerah,” ujar Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si,  Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti ketika membuka Kongres Asosiasi Science Center Indonesia (ASCI) ke-3 di Bumi Serpong Damai, Tangerang, Senin 3 Oktober 2016 malam.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi secara  intensif terus  mendorong Pemda  untuk dapat merespon pentingnya membangun Science Center di wilayahnya masing-masing dan Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek), akan mengambil peran di dalam untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada setiap daerah yang berkeinginan merintis pembangunan Science Center di wilayahnya.

Sedangkan dalam misi pendirian PP- Iptek adalah untuk menumbuh-kembangkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Iptek dalam pembangunan bangsa. Untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan menjalin kemitraan baik di lingkungan institusi pemerintah, dunia industri maupun Perguruan Tinggi agar bersama terus memberi perhatian yang besar kepada pembentukan PP- Iptek di daerah.

Hingga saat ini Kemenristekdikti telah mengembangkan setidaknya 18 Pusat PP-Iptek, sejak awal dikembangkannya Science Center ini pada tahun 1991 di Jakarta, yang kemudian disusul tahun 2000 di Padalarang, Palembang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya.

“Kedepan, Kementerian akan membangun PP-Iptek di tiga daerah yakni Makasar, Bali dan Sumbawa. Karena itu, kami akan terus promosikan PP-Iptek di daerah agar orang atau warga mau berkunjung ke PP-Iptek tersebut,”  Pungkas Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si.
 

Teks : Iyar

Foto : Iyar