BESTTANGSEL.COM, TANGERANG SELATAN – Kampanye anti bullying yang dilakukan ke tiap sekolah-sekolah ditujukan untuk menghindari tindakan bullying pada siswa siswi khususnya di Tangeranh Selatan.

“Ini sejalan dengan program kami di dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tangerang Selatan bagaimana membangun generasi cerdas, berkarakter yang anti kekerasan,” kata kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tangerang Selatan, Taryono saat ditemui di Sekolah Dasar Dharma Karya, Pondok Cabe, Rabu (31/1/2018).

Menurut Taryono anak- anak Indonesia khususnya Tangerang Selatan harus terhindar dari tindakan kekerasan dan narkoba.

“Jadi kampanye ini dilakukan agar anak- anak tidak menyakiti dan disakiti, baik secara fisik maupun non fisik , mengejek dan membiarkan teman itu sama saja dengan menyakiti,” ujarnya.

Sasaran pertama, lanjut Taryono, bagaimana anak- anak ini tidak menyakiti dan tidak disakiti, selain itu pihaknya juga mengincar guru dan kepala sekolah bagaimana membangun sekolah yang aman dan nyaman tanpa kekerasan dan bullying.

“Maka dari itu, ini kesempatan yang baik kami mengkampanyekan kepada sekolah secara nyata membuat program agar kejadian bullying dan kekerasan bisa terhindar,” imbuhnya.

Sementara wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati mengatakan bentuk pencegahan dari bullying sendiri bisa dari siswa atau siswi yang melihat tindakan tersebut.

“Kalau ada yang melihat tindakan bullying dari temannya agar memberitau temannya tersebut untuk minta maaf atau bisa melaporkannya ke guru di sekolah,” katanya.

Dalam catatan KPAI, kata Rita, kasus bullying itu cukup banyak, pasalnya ada yang melaporkan tindakan bullying tersebut ada pula yang tidak melaporkannya.

“Saya malah khawatir dengan kekerasan atau bullying yang lewat media sosial karena anak- anak sekarang lebih banyak memakai media sosial tersebut itu untuk berinteraksi,” ujarnya.

Untuk antisipasi anak- anak tidak melakukan bullying kata Rita, pihaknya mengajarkan untuk kasih sayang sesama temannya serta mengajarkan berekspresi seperti apa.

“Jadi ekspresi kalau tidak suka itu seperti apa, orang tua dirumah juga harus mengajarkan hal- hal yang baik tidak melebelkan anak nakal, anak malas dan sebagainya,” tambahnya.

 

BR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.