Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak dibawah umur ternyata disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya keluarga.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar di media sosial tentang kekerasan yang dilakukan terhadap anak dibawah umur. Banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan pada anak dibawah umur terjadi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keluarga.

Munculnya kekerasan ini tentu bukan datang begitu saja, melainkan ada penyebab atau pemicunya. Menurut pandangan Ernanda Rahmaningrum Febriani S.Psi, kekerasan pada anak terjadi disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, salah satunya keluarga

 

FOTO : Berbagai Sumber

FOTO : Berbagai Sumber

 

Kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh kedua orangtua si anak, sehingga sering kali anak yang menjadi sasaran kemarahan dari orangtua. Kemudian hal ini bisa terjadi akibat pengalaman buruk masa lalu orangtua dan pengasuh yang buruk, seperti pernah menjadi korban penganiayan atau terpapar kekerasan dalam rumah, maka tidak menutup kemungkinan si anak bisa menjadi pelaku kekerasan kepada anaknya nanti.

“Pemicunya bisa dari faktor internal dan external. Yang di maksud internal biasanya terjadi dari pola asuh orangtua yang kurang bagus, bisa karena terlalu sering dikekang atau di marahi apabila anak nakal, dan yang di maksud external adalah  dari lingkungan atau pergaulan dan kemajuan teknologi,” Ungkap Ernanda atau akrab disapa Nanda.

Namun dalam kasus ini, maraknya kekerasan yang dilakukan anak-anak dibawah umur menjadi sorotan tajam. Bagaimana tidak, kekerasan yang dilakukan tidak tanggung-tanggung, pemerasan, pemerkosaan, dan pembunuhan kerap dilakukan para pelaku yang masih dibawah umur ini. Sehingga pemerintah dengan tegas memberikan tindakan keras bagi para pelaku pidana yang dilakukan oleh anak-anak tersebut.

 

Tayangan Kekerasan Juga Dapat Mempengaruhi Anak

Menanggapi maraknya perbuatan kriminal dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur pastinya berkaitan erat dengan kondisi keluarga dan faktor lainnya adalah pengaruh tayangan kekerasan di media massa.

Apa yang terjadi pada anak-anak yang melakukan kekerasan terhadap orang lain mungkin adalah bentuk kekerasan impulsif. Kekerasan impulsif adalah suatu reaksi yang tidak terkontrol, yang mempunyai potensi melukai orang lain yang terjadi setelah peristiwa yang dianggap membahayakan individu yang melakukan kekerasan.

 

FOTO : Berbagai Sumber

FOTO : Berbagai Sumber

 

Pada kasus yang menimpa anak-anak ini biasanya diawali dengan rasa takut atau malu apabila ketahuan melakukan tindakan yang tidak baik seperti mencuri sehingga membuat tersangka berbuat nekat dan impulsif dengan melukai korban. Meski pada banyak kasus kekerasan impulsif oleh anak biasanya masalah pemicunya sepele, reaksi perilaku yang diberikan anak yang mengalami masalah ini terkadang lebih dari yang dibayangkan. Menendang, memecahkan barang-barang, memukul dan melukai diri sendiri adalah sebagian reaksi perilaku yang dilakukan oleh anak yang melakukan kekerasan impulsif.

Selain itu berteriak, memaki, bicara kasar dan kotor atau vulgar adalah reaksi verbal yang juga sering dilakukan oleh anak yang mengalami hal ini.

 

Anak adalah Seorang Peniru Ulung

Apapun yang dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari dari mulai gerak geriknya didapatnya dari meniru orang di sekitarnya. Orangtua dan keluarga adalah tempat belajar pertama kali. Selanjutnya lingkungan akan berkontribusi lebih banyak lagi dalam membuat si anak belajar hal-hal baru termasuk dalam mengungkapkan perasaan dan berperilaku.

 

 

 

TEXT: M. Jakaria

Foto : Berbagai Sumber