BESTTANGSEL.COM, PAMULANG- Dalam konteks krisis pengelolaan sampah yang semakin mendesak, bank sampah hadir sebagai inovasi yang menjanjikan. Selain menjadi tempat penampungan sementara, bank sampah juga berperan sebagai unit usaha mikro yang mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan demikian, tidak hanya lingkungan yang terjaga, tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitar dapat ditingkatkan melalui peluang usaha dan pendapatan tambahan.

Beranjak dari hal tersebut, Dosen Prodi Ilmu Hukum yang terdiri dari Turkamun, Sylvia Hasanah Thorik, Mohamad Anwar, melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Bank Sampah Mutiara Madani Griya Bangsa Asri Desa Cibadung Kec. Gunung Sindur Kab. Bogor.

PKM bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat Pancasila melaui bank sampah dari sekedar tempat pembuangan sampah menjadi sebuah usaha sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

PKM dilakukan kepada seluruh Pengelola Bank Sampah Mutiara Madani, Ketua RT 002/008, Ketua RW 008, dan warga yang mewakili.

“Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kali ini menawarkan skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) ini ditawarkan beberapa metoda pendekatan yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan pelatihan diskusi terkait potensi bank sampah untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini kami lakukan berdasarkan pada analisis situasi yang diuraikan di atas, maka permasalahan mitra dinyatakan sebagai berikut:

1. Masih kurangnya sosialisasi penyuluhan dari aparat desa dan stakeholder setempat

2.Masih kurangnya kesadaran pemahaman tentang bagaimana mengolah sampah yang baik dan benar bahwa sampah ini bernilai ekonomis,” jelas Turkamun, Ketua Tim PKM.

“Adapun tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat Pancasila melaui bank sampah dari sekedar tempat pembuangan sampah menjadi sebuah usaha sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta menciptakan peluang usaha baru, ” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan Manfaat Pengabdian Kepada Masyarakat, yakni:

1.Bagi Tim Pengabdi

Dengan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat sesuai tema dan judul yang sudah dijelaskan di atas, disamping sebagai pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi,Dosen dapat mempelajari dinamika sosial masyarakat dan dampak dari program pengabdian masyarakat tim pengabdi juga mendapatkan informasi dan wawasan berkaitan dengan Bank Sampah Mutiara Madani Kec.Gunung Sindur Kab Bogor.

2.Bagi Mitra:

Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan sampah hasil daur ulang.

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

3.Bagi Universitas Pamulang, Kegiatan pengabdian ini menunjukkan komitmen Universitas Pamulang dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat >DOSEN Dosen dapat mempelajari dinamika sosial masyarakat dan dampak dari program pengabdian masyarakat .Masyarakat menjadi lebih mengenal tentang Universitas Pamulang baik visi, misi maupun kegiatan kemitraan dengan masyarakat sehingga image yang muncul sangat positif. Disamping itu manfaat lainnya adalah universitas mendapatkan sasaran untuk menjalin kerja sama baik dalam kegiatan pengabdian masyarakat maupun penelitian.

“Setelah melakukan pelatihan dan edukasi baik dalam bentuk ceramah dan studi kasus, para peserta akan mengetahui dan memahami bahwa kegiatan PKM berupa penyuluhan adalah proses untuk meningkatkan kualitas SDM,” ujar Turkamun.

Menurutnya, pentingnya penyuluhan tentang mengubah pola pikir masyarakat Pancasila melaui bank sampah adalah untuk menjawab tantangan dunia dengan mempersiapkan masyarakat sebagai warga negara yang mempunyai pengetahuan, pemahaman, penghargaan, penghayatan, komitmen, dan pola pengamalan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan,Hal tersebut ditujukan untuk membentuk pola pikir dan karakter masyarakat serta perangkat desa yang unggul dan menjadi kekuatan inti kepedulian terhadap lingkungan serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Kewarganegaraan.”

“Melalui penyuluhan tidak hanya membekali dengan materi saja, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral yang juga tidak kalah berperan penting untuk diterapkan dalam masyarakat,” tutup Turkamun. (red/*)

Leave a Reply