BESTTANGSEL.COM, JAKARTA– Sekitar 140 pelajar se-Indonesia mengikuti Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2019, yang diadakan oleh Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 28-29 September 2019. Kompetisi yang bertujuan untuk memperkenalkan PP IPTEK Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai Science Center tersebut, akan menentukan 6 pelajar yang akan dikirim ke Jepang.

“Di ajang KRAN ini pemenang akan mendapatkan tiket ke Jepang untuk mengikuti Kompetisi Roket Air Internasional (KRAI) 2019 yang akan berlangsung di Jepang pada November mendatang,” ungkap Direktur PP-IPTEK, Kemenristekdikti M. Syachrial Annas saat membuka kompetisi KRAN di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jalarta, Sabtu (28/9).

Selain di PP IPTEK TMII, KRAN 2019 juga mengambil tempat di Lapangan Rotunda Universitas Indonesia (UI) Depok, sebagai lokasi peluncuran Roket Air para peserta lomba.

Direktur PP-IPTEK, Kemenristekdikti M. Syachrial Annas saat membuka kompetisi KRAN di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jalarta, Sabtu (28/9).

“UI juga merupakan Science Center di Indonesia, kami ingin masyarakat khususnya para pelajar mengetahui bahwa Indonesia memiliki beberapa Science Center. Para peserta lomba pun kami ambil dari Kota atau Kabupaten yang juga sudah memiliki Science Center, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Jombang, Pontianak, Banjar Baru, Bandar Lampung, Palembang, Sawahlunto, dan Medan,” papar Syachrial.

Hari pertama pelaksanaan KRAN 2019, para peserta akan mendapat pelatihan pembuatan roket air. “Selain itu kami juga mengajak para guru pendamping untuk mengikuti pelatihan pembuatan roket air, dan ternyata mereka sangat antusias. Ini menandakan bahwa kompetisi ini memiliki daya tarik untuk mengajak semua orang berkreativitas,” imbuh Syachrial.

Kompetisi peluncuran roket air dilakukan sebanyak 2 sesi peluncuran, roket air diluncurkan menuju zona atau target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 80 meter.

Penilaian terbaik diambil berdasarkan titik jatuh roket yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Penilaian akan dinilai oleh juri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Pusat Teknologi Roket LAPAN, dan PP-IPTEK, Kemenristekdikti, ” pungkas Syachrial.

PP IPTEK TMII memiliki berbagai wahana science yang sangat baik untuk pembelajaran anak-anak juga remaja. Untuk itu, selain berlomba para peserta juga berkesempatan mengikuti kegiatan Run PP-IPTEK, yaitu kegiatan menjelajah galeri PP-IPTEK melalui berbagai alat peraga interaktif maupun program sains reguler PP-IPTEK, seperti Science Cinema dan Science Show. Para peserta dapat lebih mengenal Pusat Peragaan Iptek secara berkelompok berdasarkan masing-masing wilayah. (asri)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.