BESTTANGSEL.COM, TANGERANG- Nyeri kronis bukan sekadar biasa, tetapi kondisi medis kompleks yang bisa rasa sakit mempengaruhi saraf pusat dan seluruh tubuh, serta memperparah penyakit lain seperti diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan gangguan mental seperti depresi. Karena itu, penanganan nyeri yang tepat dan menyeluruh sangat dibutuhkan agar pasien bisa kembali menjalani hidup dengan nyaman.
Siloam Hospitals Lippo Village menghadirkan Manajemen Intervensi Nyeri untuk menangani nyeri kronis dan akut yang sulit diatasi. Prosedur ini merupakan bagian dari pendekatan medis terpadu rumah sakit, didukung teknologi modern dan praktik berbasis bukti ilmiah.
Prosedur ini juga memperkuat peran Neuroscience Center Siloam Hospitals Lippo Village pusat layanan saraf yang menangani berbagai gangguan sistem saraf seperti nyeri saraf menahun, nyeri pasca stroke, dan nyeri neuropatik lainnya.
Dengan dukungan alat diagnostik canggih dan dokter spesialis berpengalaman, pusat ini menjadi solusi menyeluruh bagi pasien dengan masalah saraf kompleks.
Kenali Nyeri Kronis dan Dampaknya
Nyeri kronis adalah nyeri yang berlangsung lebih dari tiga bulan, meski penyebab awalnya sudah ditangani.
Kondisi ini sering berhubungan dengan gangguan otot dan tulang, sistem saraf, penyakit autoimun, atau komplikasi pasca operasi.
Bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, nyeri kronis bisa membatasi gerak, mengganggu tidur, menurunkan produktivitas, bahkan menyebabkan kecemasan atau depresi.
Masalah utama dalam nyeri kronis bukan hanya rasa sakitnya, tetapi dampaknya terhadap kehidupan pasien secara keseluruhan-fisik, emosional, dan sosial.
Manajemen Intervensi Nyeri Solusi Modern yang Tepat Sasaran
Manajemen Intervensi Nyeri dilakukan oleh dokter dengan pelatihan khusus. Prosedur ini menggunakan teknologi pencitraan (seperti X-ray atau USG) untuk menemukan dan mengatasi sumber nyeri secara langsung.
Prosedurnya bersifat minimal invasif (tidak perlu pembedahan besar), terbukti efektif mengurangi nyeri jangka panjang, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi ketergantungan pada obat penghilang nyeri.
“Manajemen Intervensi Nyeri dilakukan oleh tim medis dengan pendekatan yang berbasis riset ilmiah. Pendekatan ini membantu kami menemukan dan mengatasi sumber nyeri dengan lebih tepat. Prosedur ini sangat bermanfaat, terutama bagi pasien yang sudah lama merasakan nyeri namun belum membaik dengan pengobatan biasa,” ujar Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, SpN(K), FIPP, CIPS, Dokter Spesialis Neurologi Sub Spesialis Neurologi Nyeri Siloam Hospitals Lippo Village, pada Selasa, (17/6).
Prosedur dilakukan d ruang khusus dengan sistem keamanan tinggi dan teknologi pencitraan mutakhir, untuk memastikan area yang menjadi sumber nyeri bisa ditangani secara efektif. Banyak pasien merasakan perbaikan signifikan setelah prosedur ini, bahkan dalam kasus yang sebelumnya sulit diatasi.
Siloam Hospitals Lippo Village menghadirkan berbagai metode manajemen intervensi nyeri bagi pasien dengan nyeri kronis atau nyeri saraf yang tidak membaik dengan obat-obatan.
Pendekatan non-bedah ini mencakup Radiofrequency Ablation (RFA), Platelet-Rich Plasma (PRP), Chemoneurolysis, cryoneurolysis, intrathecal pumps, botox, serta beragam teknik injeksi seperti prolotherapy, glucose puncture, dan dextrose hydrodissection.
Radiofrequency Ablation (RFA) menjadi salah satu metode andalan yang bekerja dengan menghantarkan pana dari gelombang radio ke saraf penyebab nyeri, sehingga menghambat sinyal nyeri ke otak.
Prosedur ini dilakukan secara presisi menggunakan fluoroskopi atau ultrasound, minim luka, dan pasien umumnya dapat langsung pulang di hari yang sama.
Dikerjakan oleh Tim Ahli dan Pendekatan Menyeluruh
Keunggulan dari prosedur ini adalah keterlibatan tim medis dari berbagai bidang untuk mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh.
Setiap pasien akan diperiksa untuk mengetahui jenis nyeri yang dialami, penyebab biologisnya, serta jenis prosedur yang paling sesuai dengan kondisinya.
Dengan pendekatan ini, Manajemen Intervensi Nyeri bukan sekadar tindakan medis, tetapi bagian dari strategi jangka panjang yang terencana dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.
Komitmen untuk Layanan yang Aman dan Berkualitas
Siloam Hospitals Lippo Village berkomitmen memberikan layanan nyeri yang aman, efektif, dan mengikuti standar medis terkini.
Layanan ini tersedia baik untuk pasien rawat jalan maupun atas rujukan dokter spesialis. Terbuka untuk pasien dengan nyeri otot dan sendi, pasca trauma, pasca stroke, gangguan saraf tepi, hingga nyeri akibat kanker.
“Kami percaya bahwa setiap orang berhak terbebas dari rasa nyeri yang mengganggu hidupnya. Dengan hadirnya prosedur ini, kami ingin memberikan harapan dan solusi yang lebih baik bagi mereka yang sudah lama hidup berdampingan dengan rasa sakit,” tutup Prof. Yusak.
Tentang Siloam Hospitals Lippo Village
Siloam Hospitals Lippo village merupakan bagian dari jaringan Siloam Hospitals Group dan berlokasi di Tangerang, Banten. Rumah sakit ini menjadi yang pertama di Indonesia yang berhasil meraih akreditasi internasional dari Joint Commission International (JC) sebanyak empat kali berturut-turut, serta akreditasi nasional dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Sebagaj rumah sakit berstandar internasional, Siloam Hospitals Lippo Village dikenal dengan layanan unggulan di bidang saraf (neurosains) dan jantung. Didukung oleh tenaga medis profesional dan teknologi terkini, rumah Sakit ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan terpercaya. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.