BESTTANGSEL.COM, PAMULANG – Terus bertambahnya angka penularan virus covid-19 di sebagian besar wilayah di Indonesia, membuat para kepala daerah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga menyebabkan lesunya perekonomian di Indonesia.
Lesunya ekonomi saat ini memaksa para pengusaha untuk berfikir keras bagaimana mempertahankan eksistensi usahanya, salah satunya adalah dengan cara membuat strategi digital marketing.
Digital marketing yang efektif tidak dapat dipisahkan dari strategi pemasaran mulai dari promosi, kualitas produk, kemasan menarik, dan lain sebagainya.
Strategi digital marketing terbagi menjadi dua, yaitu organik atau tidak berbayar, dan non-organik atau berbayar. Contoh strategi digital marketing organik yaitu Anda menciptakan produk berupa konten gratis untuk blog atau situs dan juga platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya. Sementara, strategi digital marketing non-organik contohnya Anda menempatkan iklan berbayar untuk mengoptimalkan penjualan produk. Ini bisa dilakukan dengan membayar iklan Facebook, iklan Instagram, iklan Google, iklan Youtube dan influencer atau promosi berbayar.
Kedua strategi tersebut, organik maupun non-organik, sama-sama membutuhkan kunci penting yakni copywriting yang bagus. Sebab, dalam bahasa marketing, sebuah copywriting yang baik bisa langsung menarik perhatian konsumen. Selain itu, akan lebih baik juga jika Anda mengoptimalkan kedua strategi, yakni organik dan non-organik. Jadi, produk dan jasa Anda dikenal lebih banyak orang dan juga dipercaya. Salam semangat!
Penulis : Riri Oktarini, S.E., M.M, Dosen Universitas Pamulang, Tangsel

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.