BESTTANGSEL.COM, Tangerang – Lebih dari 350 mahasiswa Arsitektur dari seluruh Indonesia berkumpul di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sejak Senin (24/7) – Jumat (28/7). Mereka datang untuk mengikuti kegiatan Workshop bertema Urban Intervention, yang menjadi bagian dari rangkaian acara konvensi tahunan mahasiswa Arsitektur Indonesia.

Dalam Workshop ini, para peserta diajak untuk mengasah kemampuan dan kreativitas untuk membuat konsep dan membangun karya instalasi yang efektif untuk public space. Kali ini, public space yang menjadi site adalah Taman Kota 2 BSD Tangsel. Melalui karya instalasi ini, diharapkan public space tersebut menjadi tempat yang lebih interaktif bagi penggunanya dalam melakukan berbagai kegiatan dan menjalin relasi antar individu.

Uniknya untuk membangun karya instalasi ini, digunakan material bambu. Sebab, bambu adalah material dengan berbagai kelebihan seperti lebih kuat, ramah lingkungan dan efektif dari segi struktural. Sayangnya, Penggunaan bambu dalam arsitektur belum banyak dan kurang mendapat apresiasi

“Di bidang konstruksi bangunan, kemajuan teknologi ikut serta dalam mengeksploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan. Bambu bukan lagi material alam sebagai simbol kemiskinan tetapi sudah menjadi material masa depan pengganti fungsi kayu, logam, plastik, kaca, benang, beton, dan aspal,” ungkap Muqoddas Syuhada, Ketua Akademi Bambu Nusantara sekaligus Ketua Ikatan Arsitek Indonesia cabang Banten.

Adriel Frederick selaku Ketua Internal TKI MAI ke-33 UMN mengaku bangga karena Program Studi Arsitektur UMN, bisa menjadi salah satu tuan rumah sekaligus sponsor dan panitia acara tahunan ini, walaupun usia program studi Arsitektur UMN masih menginjak tahun pertama. Ia berharap kegiatan workshop ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa Arsitektur di Indonesia khususnya UMN sekaligus memberikan sumbangan bagi pengembangan dunia arsitektur.

“Semoga dengan mengikuti Workshop Urban Intervention ini, para mahasiswa Arsitektur mendapatkan kompetensi, pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan bambu menjadi bangunan arsitektur. Kami juga berharap kompetisi di antara mahasiswa untuk merancang bangunan dengan material bambu pun terbangun. Lalu, melalui acara ini besar harapan kami terbangun networking antar mahasiswa Arsitektur Indonesia dengan alumni-alumninya,” ungkap Frederick.

Selain Workshop, UMN menjadi tuan rumah untuk acara Diskusi Ilmiah TKI-MAI ke-33 berjudul Transit Oriented Development (TOD). Di kegiatan ini, mereka diwajibkan untuk memberikan solusi terkait transportasi pada kota-kota berkembang di Indonesia lewat TOD.

TOD adalah jaringan koneksi yang akan menciptakan hubungan antar daerah dengan kegunaan yang berbeda melalui pemanfaatan transportasi umum, jalur pejalan kaki, sepeda, dan pengaturan jumlah lahan parkir yang dihubungkan dalam suatu jaringan berdasarkan kondisi urban yang sudah ada.

 

Asri/rls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.