BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) sudah memasuki dunia industri dengan membawa harapan yang penuh dan potensi dalam inovasi dan produktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Optimalisasi penggunaan AI kini membuat perusahaan-perusahaan menggabungkan kecerdasan buatan dengan berbagai bentuk kreativitas, bertujuan menciptakan solusi yang revolusioner dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek produksi dan layanan.

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) secara khusus kembali mengangkat topik AI dalam Wisuda XXVI bagi 445 wisudawan wisudawati, Sabtu, (22/06). Mengusung tema “Optimalisasi Penggunaan AI untuk Menciptakan  Inovasi dan Produktivitas dalam Dunia Industri”, panitia menghadirkan Andy Budiman selaku CEO KG Media sebagai pembicara utama. Andy mengungkapkan bahwa media di KG turut mengikuti perkembangan teknologi terkini ini.

“Dari awal lahir sampai bertumbuh, Kompas Gramedia telah berdamai dengan berbagai perubahan, mulai dari perubahan sosial politik di akhir zaman orde lama, peralihan ke orde baru ke masa reformasi, perubahan landskap media yang dipicu oleh kehadiran teknologi Internet di akhir abad ke 20 dan percepatan transformasi digital akibat pandemi COVID-19.  Di penghujung tahun 2022, peradaban berhadapan dengan teknologi generative artificial intelligence yang dipercayai akan berdampak besar pada kemajuan atau keberlangsungan peradaban itu sendiri” ujar Andy dalam pembukaannya.

Andy dalam sambutannya mengatakan bahwa usaha dari media adalah usaha yang mencerahkan peradaban, tantangannya adalah berdamai dengan perubahan dari generasi ke generasi di peradaban itu sendiri. Perubahan-perubahan di masyarakat sering kali berada di luar kendali, terutama pada institusi itu sendiri. Tantangannya juga institusi dapat memilah dengan jeli perubahan yang fundamental dan yang situasional; memilah antara mana yang badai (yang pasti berlalu) dan mana yang perubahan iklim (yang pasti permanen).

“Dunia yang lebih panas dari sisi temperatur, temperamen, dan tantangan.  Kemampuan AI yang kita lihat hari ini, kalau kita analogikan sebuah buku, baru kata pendahuluan.  Kita akan memasuki chapter 2 AI berikutnya yang akan jauh lebih menakjubkan dan di sisi lain lebih menyeramkan. Untuk setiap menit yang kita investasikan untuk mempelajari, mendalami AI, investasikan juga 1 menit untuk memikirkan apa yang bisa anda kontribusikan untuk kemanusiaan dan dunia,” ujar Andy saat menutup sambutannya.

Ditemui di lokasi wisuda, Andrey Andoko Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan ikut memberi tanggapan terkait optimalisasi AI terutama di lingkungan akademis. Andrey menyebutkan bahwa proses pembelajaran sudah tidak relevan lagi jika hanya mengandalkan hafalan dan pemahaman saja.

“Proses pembelajaran harus beralih untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan juga inovatif (critical and innovative thinking), serta mampu menganalisis masalah dan mencari solusi. Pembelajaran tidak lagi relevan hanya berdasarkan hafalan dan pemahaman saja. “Dengan kemampuan berpikir kritis dan inovatif, diharapkan muncul ide-ide baru yang mungkin memiliki nilai ekonomis untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis,” ucap Andrey.

Andrey juga mengatakan bahwa AI tidak dapat dihindari. Ada banyak aplikasi yang dapat membantu proses pembelajaran, dan jika digunakan dengan benar AI dapat meningkatkan produktivitas kita dengan membantu kita mengerjakan tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

“AI hanya tools, tetapi kita tetap yang mengambil kendali. AI akan banyak digunakan di industri. Dengan kemampuan berpikir yang kritis dan inovatif serta dibantu oleh aplikasi AI, pekerjaan yang kita kerjakan dapat lebih produktif,” tutup Andrey.

Ninok Leksono, rektor Universitas Multimedia Nusantara dalam sambutannya di wisuda kali ini menyampaikan AI merupakan tren yang hadir di berbagai bidang, seperti pada wisuda kali ini UMN kembali mengambil tema seputar optimalisasi penggunaan AI.

“Menciptakan inovasi dan produktivitas, dimaksudkan agar AI betul-betul dimanfaatkan secara tepat, sehingga terlahir karya atau produk baru yang tidak saja inovatif dan mutakhir, tetapi juga dalam memproduksinya efisien, wisudawan juga harus bisa memanfaatkan AI secara tepat agar dapat bersaing dalam dunia industri,” tutup Ninok.

Ninok juga mengimbau kepada para wisudawan agar terus mengejar kompetensi, namun tidak lupa juga untuk selalu menegakkan karakter individu masing-masing. Ninok berharap bahwa wisudawan mau untuk terus belajar dalam menghadapi kemajuan teknologi saat ini

“Saya berharap bekal ilmu yang diperoleh di UMN terus dikembangkan, mengikuti semboyan ‘pembelajar sepanjang hayat’. Semaju apapun teknologi saat ini, kalau alumni UMN mau terus belajar, jangan khawatir ketinggalan,” ujar Ninok Leksono.

Kepala lembaga layanan pendidikan tinggi wilayah III (LLDikti III), Toni Toharudin turut hadir pada wisuda UMN XXVI. Dalam sambutannya, Toni mengatakan saat ini Indonesia sedang bergerak menuju Indonesia Emas 2045, lulusan-lulusan sarjana di Indonesia menjadi kunci untuk memajukan dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Kunci pertama dalam menjadi generasi unggul adalah kreativitas. Anda harus berani berpikir out of the box, untuk mencari solusi inovasi setiap masalah yang dihadapi, serta tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. Kreativitas adalah salah satu faktor utama dalam memajukan pendidikan dan inovasi di Indonesia,” ujar Toni.

Di akhir sambutannya, Toni menyampaikan harapannya agar para lulusan terus meningkatkan kualitas diri, serta memperluas wawasan terkait perkembangan dan inovasi di berbagai bidang.

Dengan menggunakan sumber daya dan teknologi yang juga semakin berkembang saat ini, wisudawan dapat belajar bagaimana mengoptimalkan penggunaan AI di setiap industri pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan proses bisnis di industri tersebut. (red/*)

Leave a Reply