BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-Aksi Massa yang dilakukan Buruh dan Mahasiswa dalam unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Omnibuslaw Cipta Kerja (Ciptaker) kini, tanpa mendapat hambatan dari aparat gabungan TNI dan Polri.

Namun Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengamankan Pelajar yang hendak berangkat menuju Jakarta mengikuti aksi demo.

Kabag Ops Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Ruslan mengatakan pihaknya sengaja tak melakukan penyekatan seperti yang dilakukan sebelumnya guna menghindari kerusuhan.

Untuk total dalam upaya pengamanan dan pengawalan terdapat 320 aparat gabungan TNI dan Polri yang disiagakan di wilayah hukum Kota Tangerang.

Ruslan mengatakan saat ini pihaknya hanya fokus pada pengawalan demonstran. Kemudian pengamanan pelajar yang hendak ikut unjuk rasa serta sejumlah titik yang berpotensi rusuh. Dijadwalkan upaya tersebut sampai 28 Oktober mendatang.

“Jumlah pelajar yang saat ini telah diamankan sebanya 24 orang,” Ujar Ruslan Kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

“Itu perintah atasan memang. Kita akan pelajar yang mau ikut demo karena melihat kejadian kemarin kericuhan dimulai dari pelajar,” imbuhnya.

Namun kata dia antusias pelajar yang hendak ikut unjuk rasa sudah mulai menurun, dan para pelajar diamankan disejumlah titik.

“Mereka diamankam di Neglasari dan Tanah Tinggi. Saat diamakan mereka sembunyi di atas truk,” katanya.

Saat diamankan, ada 1 pelajar yang membawa barang-barang yang diduga akan mereka gunakan untuk menyerang. Barang tersebut antara lain batu, botol dan bendera Palestina.

“Bawa batu juga di dalam tasnya. Ada satu tas isinya batu semua, bawa botol, Ada yng bawa bendera palestina. Tapi Disuruh baca Pancasila gak bisa. Itu yang diamankan masih SMP. Gak ada yg SMA,” jelas Ruslan.

Lanjut Ruslan, pelajar yang diamankan tersebut kata Ruslan hanya di data saja. Kemudian dikembalikan ke orang tua.

“Kita paling kita data, setalah kita data nanti kita kembalikan ke orang tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota menyatakan pelajar yang tertangkap hendak ikut unjuk rasa tolak UU Omnibuslaw Ciptaker akan mendapat catatan buruk di Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Namun, kata Ruslan itu hanya gertakan saja untuk menakut-nakuti pelajar.

“Gak ada, hanya didata saja. Karena mereka baru mau berangkat jadi kita tahan aja dulu,” ungkapnya. (**)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.