“Ada 22 apartemen yang ada di Tangsel dan sebagian dari data tersebut masih dalam permohonan peruntukan di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Tangerang Selatan”
Tingginya potensi pembangunan yang sangat pesat di Kota Tangerang Selatan, menimbulkan keterbatasan pada lahan yang ada. Sehingga hunian vertikal pun menjamur dan menjadi tren tersendiri bagi kota pemekaran Provinsi Banten ini.
“Seperti sebuah bangunan vertikal minimalis di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) yang didirikan sejak tahun 2006 ini. Awalnya guest house, namun kini berkembang menjadi sebuah apartement yang di sewakan,” ujar Fina Hidayat, General Manager Kinari Residence BSD.
Wanita asal Semarang ini mengaku, akan mempertahankan eksistensi apartemennya di tengah menjamurnya puluhan apartemen yang ada di Tangsel. Berkonsep homey dan cozy, Kinari Residence pun menjadi one of icon di kawasan BSD yang servicenya dapat di sewakan secara harian.
Selain itu, dengan tidak menurunkan harga, namun tetap memberikan akomodasi yang prima layaknya sebuah hotel berkelas dengan kualitas yang baik dan merunutnya, kebanyakan apartemen di beli oleh investor kemudian di sewakan kembali.
Kepala Seksi Pelayanan dan Perizinan Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu Kota Tangsel, Tati Suryanti mengatakan, hunian vertikal juga sebagai alternatif dari keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk di kota dengan 1,3 juta jiwa ini.
“Ada 22 apartemen yang ada di Tangsel dan sebagian dari data tersebut masih dalam permohonan peruntukan di Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Tangerang Selatan,” tutur wanita berkacamata ini.
Sementara Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Kota Tangsel, Oting Ruhiyat juga menjabarkan, untuk penanaman investasi vertikal hunian pun harus sesuai dengan tata ruang yang peduli dengan lingkungan. Oleh sebab itu, di wajibkan bagi masing-masing pengembang untuk memiliki tandon air tersendiri agar para investor tidak menimbukan banjir di sekitar bangunan dan jalan umum.
“Selain itu, adanya pengembang juga sangat membantu Kota Tangsel untuk membangun lingkungan dan di dukung oleh letak yang sangat strategis, seperti banyaknya akses dari Jakarta menuju Tangerang, jalan tol dan kereta api yang mencukupi, sehingga menjadikan Kota Tangsel menjadi pusat dari berdirinya hunian vertikal,” pungkasnya.