BESTTANGSEL.COM, Tangerang – Aksi Cepat Tanggap (ACT) siapkan program Masyarakat Produsen Pangan dalam bentuk bantuan khususnya kepada para petani dan buruh tani se-Indonesia.

Hal ini dikarenakan pendapatan para pekerja harian maupun pekerja informal terus tergerus hingga pemenuhan kebutuhan pokok, termasuk pangan.

Direktur Program ACT Sri Eddy Kuncoro menyampaikan, program ini guna menguatkan sektor pangan di masa pandemi saat ini.

“Kami tengah menyiapkan program Masyarakat Produsen Pangan, yang akan melengkapi beragam program pangan ACT lainnya untuk penanganan dampak Covid-19. Misalnya saja Operasi Pangan Gratis dan Operasi Beras Gratis,” ujar Eddy Kuncoro yang akrab disapa Ikun, Minggu (19/4/2020).

Ia menambahkan, target program Masyarakat Produsen Pangan ini adalah kelompok petani atau kelompok yang beraktivitas dalam kegiatan produksi pangan.

“Program ini menargetkan dapat memberdayakan 1.000 petani untuk memproduksi 5.000 ton beras. Pada tahap awal, Masyarakat Produsen Pangan akan menyasar ribuan petani dan ratusan huler di 13 provinsi,” tambahnya.

Belasan provinsi tersebut antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Dalam semangat ‘Bersama Selamatkan Bangsa’, kami turut memberdayakan para petani demi menunjang ketersediaan pangan untuk masyarakat prasejahtera. ACT tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan di bagian hilir (pendistribusian pangan), namun juga di bagian hulu (produksi pangan),” paparnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Tangerang Raya Suriadi mengatakan, kedepannya akan lebih banyak lagi pemilik huler, petani, hingga buruh tani khususnya di wilayah Tangerang Raya akan bisa berkolaborasi dalam program Masyarakat Produsen Pangan.

“Sehingga, kelompok tani yang diberdayakan terus bertambah serta ketersediaan pangan untuk masyarakat prasejahtera pun dapat terjamin dari hulu ke hilir serta dapat meredam dampak pandemi Covid-19 di sektor pangan,” pungkas Suriadi. (bar)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.