BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-Pengurus lingkungan bersama warga Perumahan Taman Akasia RW 013, Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menggelar kerja bakti pembersihan dan pengerukan lumpur got pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi genangan dan luapan air saat musim hujan.
Kerja bakti difokuskan di tiga wilayah, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03. Warga secara swadaya membersihkan saluran air yang selama ini mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur dan sampah.
Ketua RW 013 Sukatani, Sanuri, S.E., S.Hi., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk mencegah luapan air got yang kerap terjadi saat hujan deras.
“Kerja bakti hari ini sebagai antisipasi luapan air got saat banjir, karena air yang masuk ke saluran perumahan datang dari luar kawasan, yakni dari Kampung Atas Batu Nunggul,” ujarnya.
Menurut Sanuri, Perumahan Taman Akasia kerap menjadi titik kumpul aliran air hujan dari berbagai arah. Selain dari Kampung Atas Batu Nunggul, air juga mengalir dari arah Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg, tepatnya di sekitar pabrik Bosung.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pengurus dan warga RT 01, RT 02, dan RT 03 yang terlibat langsung. Semua ikut secara antusias dan penuh kebersamaan demi kepentingan bersama. Semoga saluran yang sudah dibersihkan dapat dijaga bersama,” katanya.
Koordinator Pembangunan dan Infrastruktur RW 013, Kaspan Ip—yang akrab disapa Ipung—menyebutkan kerja bakti berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Pelaksanaan kerja bakti berjalan lancar dan penuh antusias. Warga secara swadaya melakukan kebersihan dan pengerukan lumpur di sepanjang saluran air,” jelasnya.
Ipung menegaskan kegiatan tersebut sepenuhnya didanai dan dilaksanakan secara mandiri oleh warga tanpa bantuan pihak mana pun.
Hal senada disampaikan Koordinator Legal dan Humas RW 013, Thohirudin, S.H., S.T., M.M., CTMP. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan.
Namun, Thohirudin juga menyoroti persoalan tanggung jawab pengembang terkait prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan. Menurutnya, berdasarkan peraturan daerah tentang PSU, pemeliharaan saluran air, jalan, dan fasilitas umum lainnya seharusnya masih menjadi tanggung jawab pengembang, yakni Puri Jaya.
“Jika merujuk pada Perda PSU, masalah got, jalan, dan fasilitas umum lainnya seharusnya masih menjadi tanggung jawab pengembang. Pemeliharaan tahunan semestinya ada, tetapi faktanya sudah belasan tahun tidak ada pemeliharaan di Perumahan Taman Akasia,” ungkapnya.
Ia juga menyayangkan belum adanya langkah tegas dari pemerintah terkait dugaan pelanggaran kewajiban PSU tersebut.
Meski demikian, warga berharap kerja bakti ini dapat meminimalkan risiko banjir serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Tangerang. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.