BESTTANGSEL.COM, Bogor – Bank Mayora menegaskan bahwa pihaknya menjaga agar tingkat Non Performing Loan (NPL) terus terkendali dengan baik sejalan peningkatan pemantauan penyaluran kredit agar lebih berkualitas di masa mendatang. Hal ini dikatakan Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij, saat hadir di media gathering Bank Mayora, di Cisarua, Jumat (15/12).

Irfanto menilai sektor properti dan perhotelan memiliki kontribusi cukup besar dalam pembentukan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet. Karenanya, Bank Mayora berhati-hati pada sektor tersebut, dan lebih fokus menyalurkan kreditnya pada sektor industri.

Menurut Irfanto, meski properti banyak dibangun, tetapi banyak juga konsumen atau investor yang tidak bisa membayar, sehingga akan menjadi kredit macet pada Bank pemberi kredit.

“Demikian juga dengan bisnis perhotelan. Saat ini kondisi perhotelan sedang tidak bagus, harga penginapan hampir di semua hotel turun drastis, sehingga pebisnis tidak bisa menutupi biaya operasional dan membayar pinjaman ke bank. Oleh karena itu kami sangat berhati-hati sekali agar tidak terjadi kredit macet di penyaluran dana kredit kami,” ungkap Irfanto.

Irfanto juga menyatakan rasa optimisnya, “NPL akan terus kita perbaiki dengan harapannya di Desember 2017 bisa ditekan dibawah tiga persen.

“Loan to Funding Ratio (LFR) akan terus dijaga pada kisaran 83 persen hingga 85 persen atau di atas ketentuan,” pungkasnya.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.