Salah satunya Henry Suhardja. S.E selaku pemilik dari usaha bisnis parfum yang telah dirintis sejak tahun 2008 sampai saat ini. Sebelumnya orangtuanya sudah menggeluti usaha ini sejak 40 tahun lalu, namun saat itu orangtuanya bekerja sama dengan pihak lain untuk membuka pabrik pada tahun 2003._DSC6011

Pada tahun 2008 barulah bisnis ini di kelola sendiri oleh Henry di daerah BSD, Tangerang Selatan (Tangsel). Dulu Henry sempat bekerja di perusahaan salah satu merk sepatu ternama sebagai resert devloment, namun seiring berjalannya waktu Ia memutuskan untuk fokus pada usahanya yang sekarang. Awal melakukan usaha ini tentu saja Ia merasakan sedikit kesulitan, seperti contoh mengurus perizinan, karena menurutnya mengurus perizinannya saja bisa sampai memakan waktu 1 tahun.

“Awal saya memulai bisnis ini memang sedikit mengalami kesulitan khususnya di perizinan, dimana saat itu untuk mengurus perizinan sendiri hampir memakan waktu selama 1 tahun,”terang Henry.

Saat itu banyak sekali orang-orang  yang menganggap produknya ini tidak resmi/illegal karena saat itu untuk memproduksi pafrum tersebut dilakukan dengan cara yang masih tradisional. Sejak saat itulah Ia mulai bangkit untuk mengaplikasikan produksinya dengan cara yang lebih moderen.

“Banyak orang yang menganggap usaha saya ini adalah usaha yang tidak resmi atau bisa dibilang illegal. Karena saat itu untuk produksi yang saya lakukan masih menggunakan cara yang sedikit tradisional. Namun dengan seiring berjalannya waktu saya memulai untuk memproduksi dengan cara yang lebih moderen,” jelas Henry.
Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan usaha yang dijalankannya terus berkembang. Mungkin yang membedakan pabriknya dengan yang lain adalah inovasi dan jati diri dari pabriknya sampai akhirnya menciptakan produk parfum yang bernama fasion fegreen.

 

Parfum yang diproduksi oleh Hendry cukup unik dan menarik yaitu dengan menggunakan kemasan botol yang dibalut dengan kain batik dan kain bekas. Sampai sekarang jumlah karyawannya ada 15 orang untuk memproduksi parfumnya. Sekarang sudah ada 100 item lebih produk yang di ciptakan mulai dari parfum dan perlengkapan kosmetik lain nya.

Untuk harga parfum yang dijual dari harga Rp. 4.500 sampai Rp. 33.000 rupiah, itupun belum termasuk barang pesanan atau custem yang harganya pasti berbeda. Untuk omset satu bulan Ia bisa mencapai ratusan juta perbulan.

 

Teks/Editor : M. Jakaria/Bani Ramadhan

Foto : Dina Mayasari