BESTTANGSEL.COM, LONDON – Program beasiswa pemerintahan Belanda untuk Indonesia “StuNed Scholarship” yang digagas oleh Nuffic Neso Indonesia, baru saja merayakan 20 tahun kontribusinya. Perayaan diadakan Nuffic Neso Indonesia, dengan KBRI Den Haag, di Aula Nusantara KBRI Den Haag, akhir pekan lalu. Perayaan dihadiri lebih dari 100 mahasiswa dari Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda, dan dibuka resmi oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl.

“Rangkaian acara diisi dengan penampilan mahasiswa dari Wageningen yang membawakan beberapa lagu, termasuk “Tanah Airku” dengan iringan musik angklung,” kata Atase Pendidikan KBRI Den Haag – Belanda, Din Wahid, Senin (4/3/2019).

Din menjelaskan, StuNed telah memberikan beasiswa kepada 4.500 mahasiswa Indonesia untuk belajar di Belanda, yang telah membawa pengaruh besar bagi kemajuan Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Eric van Oudheusden, Koordinator Departemen Asia Tenggara dan Pasifik, Kementerian Luar Negeri Belanda, menyampaikan rasa kagumnya pada perempuan Indonesia. Hal tersebut karena dia melihat sebagian besar yang hadir adalah kaum perempuan.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, mengatakan peran mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan di Belanda ini sebagai agen pembawa perubahan bagi orang-orang di sekitarnya.

Gusti mengatakan bahwa mahasiswa Indonesia harus terus menerus berinovasi dan kreatif untuk meningkatkan pengaruhnya sebagai agen perubahan.

Berbeda dari perayaan ulang tahun StuNed sebelumnya, dalam perayaan kali ini disajikan seminar interaktif atau “a moving seminar” dipresentasikan oleh delapan penerima beasiswa StuNed, yaitu Annisa Putri, Parara, M. Agni, Atina Rosydiana, Ingrid Sitorus, Cecilia Juwita, Stela Dimitri, dan Andi Cipta.

Tema yang diusung antara lain layanan kesehatan digital, “machine learning”, “plant early warning system” pada tanaman tomat, Perempuan dan Industri rokok di Kudus, “Indonesian Sustainable Palm Oil”, Sistem Pertanian dengan “Intercropping”, dan Perempuan Pekerja di Serikat Buruh.

Setiap tema dipresentasikan secara bersamaan di depan sekelompok kecil “audience”, mahasiswa yang dibagi dalam delapan kelompok.

Setelah presentasi, mahasiswa Indonesia yang hadir dalam kesempatan dapat menikmati masakan Indonesia yang menjadi hidangan santap siang berupa ayam goreng, sayur asem, kacang teri, bakwan, sambel dan kerupuk menjadi obat pelipur rindu bagi mahasiswa Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi “sharing and reflection” yang dipandu Team Coordinator Scholarships Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono.

 

Asri/rlls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.