BESTTANGSEL.COM, Tangerang – Satu dari lima orang Indonesia beresiko terkena osteoporosis, berdasarkan survey dari Puslitbang Gizi Departeman Kesehatan. Merujuk dari hal itu, Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang, kembali menggelar Bincang Sehat, Sabtu (16/12). Dengan Tema “Deteksi Dini Keropos Tulang Kapan dan Bagimana?”, Bincang Sehat Siloam Hospitals menghadirkan dua orang dokter spesialis, dr. Putut Sugiantoro, SpOT dan dr. Leny Puspitasari, SpPD.

Osteoporosis merupakan kondisi saat kualitas kepadatan tulang yang terus beregenerasi dari waktu ke waktu menurun dan membuat tulang menjadi keropos serta rentan retak. Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat.

Menurut dr. Leny Puspitasari, SpPD (Spesialis Penyakit Dalam),Siloam Hospital Lippo Village, secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang diantara usia 25 hingga 35 tahun dan akan turun sedikit demi sedikit.

Pada wanita dengan rentang usia diatas 50 tahun atau setelah monopose yang pada saat itu hormonnya telah berkurang. Sedangkan kepadatan tulang pada laki-laki berkurang sekitar usia 65 tahun.

Dalam seminar yang dihadiri oleh puluhan orangtua tersebut, ia juga menjelaskan beberapa faktor yang meningkatkan resiko osteoporosis, diantaranya adalah minuman bersoda, diet rendah kalsium, susah makan, memiliki beberapa penyakit seperti gondong dan diabetes serta banyak mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung steroid.

“Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera atau keretakan tulang pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha,” ungkap Leny.

Untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. “Diagnosis ditentukan dengan pemeriksaan semacam radiologi yang difoto pada tulang untuk melihat kepadatan tulang. Jika sudah terdiagnosis, maka mencegah agar tidak terjadi patah tulang dengan memperkuat otot-otot agar tidak mudah jatuh,” jelas Leny.

Sebalum menutup presentasinya, dr. Leny menyarankan, “Dengan memperbanyak aktivitas dan olahraga sejak dini dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Selain itu juga dengan mengkonsumsi asupan kalsium, protein dan vitamin D yang dihasilkan dari sinar matahari,” pungkasnya.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.