BESTTANGSEL.COM, TANGERANG SELATAN – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai wilayah Banten semakin intensif melakukan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, Senin (18/12/2017).

Terbukti dengan aksi Kantor Wilayah Bea Cukai Banten yang menggelar Operasi Patuh Ampadan yang dilaksanakan dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2017 akhirnya membawakan hasil.

Dalam operasinya didapati 28 penindakan yaitu 1 pabrik Minuman beralkohol ilegal, 3 penjualan/penyalur minuman beralkohol ilegal, 1 tempat penyimpanan ethyl alcohol ilegal dan 23 pelanggaran rokok ilegal dengan Barang Kena Cukai terdiri dari 29.803 botol miras, 236.600 batang rokok ilegal dan 18.800 liter ethyl Alkohol dengan nilai barang Rp 2.3 Milyar, serta potensi nilai kerugian negara mencapai Rp 1.1 Milyar.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Kanwil Banten, Winarko Dian Subagyo mengatakan, beberapa pelanggaran pada rokok yaitu tidak memiliki lebel bea cukai, menggunakan bea cukai palsu, dan menggunakan bea cukai yang tidak sesuai prodak.

“Sejumlah barang bukti yang diamankan seperti rokok dan minuman keras yang tidak memiliki cukai,” jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten Decy Arifinsjah mengatakan, bahwa barang kena cukai berupa minuman beralkohol, rokok, dan ethyl alkohol ilegal yang ditengah merupakan barang-barang yang melanggar undang-undang Nomer 11 Tahun 1995 tentang cukai sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No 39 Tahun 2007.

“Minuman beralkohol, rokok dan ethyl alkohol ini kami tindak karena tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu dan pita cukai yang bukan peruntukannya. Atas penindakan ini, Kementerian Keuangan melaIui Bea Cukai turut berperan mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sector industry dalam negeri, dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada dasarnya peredaran minuman beralkohol, rokok, dan ethyl alkohol ilegal tidak hanya merugikan secara ekonomi, namun juga dapat merusak kesehatan.

 

BR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.