BESTTANGSEL.COM, DEPOK- Ada 11 hal penting yang patut diketahui oleh ibu agar dapat sukses menyusui bayinya. Berikut dijelaskan oleh dr. Anita Juniatiningsih Sp. A, dokter spesialis anak dan konseler laktasi Brawijaya Hospital Bojongsari Sawangan Depok.

Pertama miliki bekal ilmu tentang ASI (Air Susu Ibu) dan menyusui sejak sebelum persalinan dan selama menyusui. Agar proses menyusui bisa berhasil dengan baik, ibu harus mau belajar dan mencari informasi melalui berbagai sumber yang sahih dan benar misalnya dari buku panduan atau web kesehatan/organisasi profesi kesehatan yang resmi atau bisa juga mengikuti seminar atau konseling menyusui dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

Kedua persiapkan mindset atau pola pikir bahwa menyusui itu tidak sulit dan bisa dipelajari. Proses menyusui tidak selalu otomatis. Menyusui adalah proses yang perlu diajarkan dan dipelajari.

Ketiga, ibu harus punya motivasi yang kuat untuk menyusui, percaya diri bahwa dirinya bisa menyusui dan yakin bahwa sebagian besar ibu bisa menyusui.

Keempat, ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi makanan bergizi, sebab makanan akan menentukan kualitas ASI. “Kalau makanan ibu bagus, ASInya juga berkualitas baik sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal,” papar dr. Anita.

Kelima adalah melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), yaitu meletakan bayi di atas dada ibu (skin to skin contact) jika kondisi ibu dan bayi bugar segera setelah lahir minimal 1 jam. Dengan IMD bayi belajar menyusu lebih cepat. Isapan bayi pada payudara ibu merangsang kolostrum (ASI pertama) yang begizi tinggi keluar lebih cepat. Selain itu prosedur ini juga bisa membuat bayi merasa hangat, sehingga terhindar dari hipotermia atau kedinginan.

Yang keenam, melakukan rawat gabung, yakni ibu dan bayi dirawat dalam satu ruangan. Supaya sang ibu bisa cepat dan mudah kontak pada bayi apabila bayi tersebut ingin menyusu.

Yang ketujuh adalah melakukan tehnik menyusui yang baik dan benar dengan melakukan posisi dan perlekatan yang benar. Salah satu jenis posisinya adalah bayi menempel berhadapan di badan ibu, kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus dan mulut bayi mencakup sebagian besar areola mamae (bagian payudara ibu yang ada di sekitar puting susu)

“Ketiga metode di atas, yakni IMD, rawat gabung dan mengajarkan tehnik menyusui yang baik dan benar, telah dilakukan di Brawijaya Hospital,” imbuhnya.

Kedelapan adalah menyusui on demand atau nir jadwal atau semau bayi. Jadi kapan saja bayi mau menyusu maka sang ibu harus siap menyusuinya.

Kesembilan, ibu harus sabar, rileks dan tidak tergesa-gesa selama menyusui. Hindari stres berlebihan. Kondisi ibu yang rileks membuat produksi hormon oksitosin yang berperan dalam mengeluarkan ASI lebih lancar. Ibu dan bayi yang baru lahir perlu waktu yang cukup untuk saling beradaptasi satu sama lain agar proses menyusu dapat berjalan dengan baik.

Kesepuluh adalah dukungan dari suami, keluarga dan masyarakat pada ibu menyusui. Hal ini penting agar ibu menyusui rileks, percaya diri dan tidak stress. Bantu ibu untuk dapat memberi ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI dan MPASI (Makanan Pendamping ASI) sampai usia 2 tahun. “Dukungan suami antara lain ikut membantu menyiapkan makanan yang bergizi untuk ibu, membantu merawat bayinya dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kesebelas, jika ada masalah menyusui berkonsultasilah dengan dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten dan terpercaya.

Kesuksesan menyusui dapat terlihat dari pertumbuhan dan perkembangan bayi yang baik. Tanda ASI cukup antara lain setelah menyusu bayi tidur pulas, buang air kecil 6-8 kali per hari dan berat badannya naik optimal sesuai grafik pertumbuhan bayi. “Tanda ASI cukup ini harus dipahami oleh para orang tua agar buah hati kita bisa tumbuh optimal,” pungkasnya. (Asri)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.