BESTTANGSEL.COM, SERPONG- Rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Minggu ke dua SMPN 12 Kota Tangerang Selatan dihantui, dengan kondisi sejumlah ruang kelas yang cukup mengkhawatirkan. Bahkan dari pantauan media, ada beberapa ruang kelas yang terancam ambruk. “Ada 3 blok ruang kelas, terutama ruang perpustakaan kondisi kayunya sudah turun drastis hingga sekitar 12 Cm,” kata salah seorang guru SMPN yang tak mau disebutkan namanya kepada Media Rabu, (1/9/2021).

Dengan kondisi ruangan itu, kata guru tersebut, sudah tentu membuat takut ato was-was dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa guru dan siswa. Karena itu, pihak sekolah telah memindahkan puluhan buku-buku ke Masjid, untuk sementara ini. Malah ruangan tersebut cenderung dikosongkan,” ujarnya.

Pemindahan puluhan buku dan barang, lanjut ibu guru, bisa mengurangi beban berat bangunan tersebut. “Siswa-siswa tidak diperkenankan untuk bermain maupun menuju lantai atas,” paparnya.

Saat ditanya media apakah sudah diajukan untuk mengajukan renovasi gedung, guru tersebut tidak mengetahui dengan jelas. Karena posisinya baru pindah ke SMPN 12. “Kabarnya dulu sudah mengajukan kedinas, tapi tidak tahu kepada siapa mengajukannya,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut sang guru, pelaksanaan PTM SMPN 12 Tangsel dalam waktu dekat ini akan tidak dilakukan secara terbatas, alias tidak semua siswa masuk kelas. “Jadi menggunakan blended, baik luring maupun daring. Sehingga penggunaan kelas bisa disesuaikan,” terangnya lagi

Sementara itu, Kepala Disdik Tangerang Selatan, Taryono yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatAps seolah menganggap remeh kondisi ruang kelas itu. “Kalau begitu ruang jangan ditempati, kan ini PTM terbatas, tidak semua siswa masuk bersamaan,” ujarnya seraya bertanya. “Bukannya sudah direhab?”

Lebih lanjut Taryono mengatakan masih ada waktu untuk memperbaiki ruang kelas tersebut. “Ya, nanti tim teknis dari dinas bangunan akan membantu untuk mengevaluasi,” pungkasnya. (Red/*)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.