Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo (pegang mix) dan Direktur Keuangan, SDM dan Umum JamSyar, Endang Sri Winarni (berkerudung), memaparkan kinerja dan pencapaian JamSyar di 2019, (25/2).

BESTTANGSEL.COM, JAKARTA -PT. Jamkrindo Syariah (JamSyar) tahun buku 2019 mencatatkan laba bersih Rp 36,57 milyar atau tumbuh sebesar 62,25% dibandingkan dengan tahun 2018. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi masing-masing sebesar 42,93% dan 82,54%. Untuk itu, JamSyar kembali mendapatkan predikat “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP).

“JamSyar dapat menutup tahun 2019 dengan kinerja yang istimewa dengan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan. Tercatat saat ini aset JamSyar adalah sebesar 1,59 triliun atau tumbuh 41,92% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut  dikarenakan adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi di tahun 2019 sebesar Rp. 175 milyar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp. 295,32 milyar,” tutur Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo, saat menggelar press conference di Jakarta, (25/2/2020).

Gatot juga menjelaskan bahwa penambahan tersebut mengakibatkan pertumbuhan dana kelolaan JamSyar. “JamSyar memiliki dua instrumen investasi yakni berupa Deposito dan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Nilai deposito dan SBSN di akhir tahun 2019 masing-masing sebesar Rp 495,24 milyar dan Rp 163,65 milyar. Komposisi tersebut ditetapkan untuk mencapai target pendapatan investasi dan memenuhi kebutuhan likuiditas terkait pembayaran kewajiban perusahaan.”

“Di sisi liabilitas, komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan, yaitu sebesar Rp 448, 83 milyar. Pendapatan Ditangguhkan tersebut tumbuh sebesar 24,14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun. Di samping itu, cadangan klaim juga meningkat sebesar 32,92% dari tahun sebelumnya. Cadangan klaim tersebut ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan biaya klaim di masa yang akan dating,” papar Gatot.

“Adapun di sisi ekuitas terjadi pertumbuhan sebesar 63,80% dari tahun sebelumnya. Selain karena adanya penambahan modal, pertumbuhan ekuitas juga disebabkan oleh adanya kenaikan cadangan umum dan saldo laba dari laba tahun 2019,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Gatot juga memberi bocoran penerapan strategi JamSyar di tahun 2020. Menurutnya untuk mencapai target tahun 2020 yang cukup menantang, Jamsyar menerapkan strategi “Peningkatan Profitabilitas Melalui Perkuatan Teknologi Informasi & SDM Unggul”.

Tentang SDM Unggul, Direktur Keuangan, SDM dan Umum JamSyar, Endang Sri Winarni mengatakan bahwa strategi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun 2020 dilakukan dengan membentuk struktur organisasi baru untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh stakeholder Jamsyar.

“Dalam struktur organisasi baru tersebut, terdapat beberapa perubahan penting, yaitu adanya unit kerja baru berupa Divisi Penunjang Bisnis, Bagian Jaringan dan Layanan Pengaduan, serta adanya pemisahan fungsi manajemen risiko dari Direktorat Operasional. Dengan perubahan tersebut diharapkan pengembangan bisnis dan tata kelola dalam proses penjaminan semakin baik, sehingga JamSyar bisa kembali mencapai target di tahun 2020 ini,” tutup Endang.

(asri)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.