BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Dodi Junaedi, 40 tahun, telah beristirahat untuk selamanya. Jenazahnya telah dimakamkan, Senin (05/11).

Tim DVI RS Polri telah berhasil mengidentifikasi jasadnya sore kemarin. Dodi menjadi satu dari 188 orang korban tragedi pesawat Lion Air JT-610 jenis Boeing 737-MAX rute Jakarta – Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada Senin (29/10) pagi lalu.

“Orangnya enggak banyak diam. Lebih senang baca-baca,” ungkap Muhamad Sidik, ayah kandung Dodi ditemui di rumah duka, Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Dodi saat kecelakaan maut terjadi berencana pergi bertugas sebagai Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang. Sidik bilang, anaknya tak pernah bercerita kepadanya soal pekerjaan yang berkaitan dengan penanganan hukum.

Apalagi berkeluh kesah. Contoh, seperti pernah atau tidaknya mendapatkan ancaman dari pihak yang berpekara. Anak ketiga dari empat bersaudara itu enggan mengumbar silsilah orangtuanya yang menjabat sebagai Wakajati Kalimantan Timur semasa atau purna bakti.

“Dia orang yang baik sama keluarga. Terutama sama anak-anak. Memang orangnya pekerja, enggak mau bawa-bawa nama saya,” tambah Sidik.

 

Asri/bbs

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.