Mencermati kondisi dan iklim pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang selalu meningkat, adalah peluang untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan yang berwawasan lingkungan, sehat, nyaman, asri dan aman. Dalam hal ini tidak heran jika banyak investor yang berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya ke dalam investasi properti.oke

Berikut penjelasan dari pakar konsultan investasi bidang perumahan. Mari kita simak.

Bagaimana menentukan pola kerjasama dalam hal investasi dibidang pembangunan sebuah perumahan?

Pertama yang harus dilakukan adalah kerjasama ini melibatkan pemilik modal, pengelola perumahan untuk membeli bertahap dan melakukan kerjasama dengan pemilik tanah. Kedua, tanah tidak dibeli secara langsung melainkan bertahap, ketiga, kesepakatan MOU pihak terkait harus di hadapan notaris, keempat, sertifikat tanah harus diserahkan kepada notaris, kelima, semua transaksi harus melalui rekening join account (pihak terkait) dan terakhir untuk prioritas pengalokasian dana yang diterima harus meliputi pengembalian modal, pembayaran tanah, biaya pembangunan dan sisa hasil usaha (SHU).

Bagaimana cara untuk melakukan perencanaan pembangunan?

Pertama kali yang harus kita lihat adalah menentukan lokasi tempat, sebagai contoh luas lahan 4.800 m2 sudah mendapatkan jumlah kavling sebanyak 40 unit rumah dengan luas bangunan/tanah dengan type 70/72 dan dengan harga jual sebesar Rp. 750.000.000 serta lamanya pengerjaan proyek selama 24 bulan.

Bagai mana cara mengelola investasi untuk menentukan bangunan yang diingin kan?

Sebenarnya sangatlah mudah dalam mengatur atau mengelola investai kita di bidang properti. Untuk menentukan kebutuhan modal dan sisa hasil usaha bisa di lihat secara jelas. Misalkan dengan modal kerja/investasi maksimal Rp. 6.087.885.000 (bertahap sesuai dengan kebutuhan) maka dengan perhitungan yang jelas keuntungan sisa hasil usaha sebesar Rp. 10.534.015.000.

 

Untuk menghitung pembagian sisa hasil usaha bagaimana?

Untuk menghitung pembagian sisa hasil usaha yaitu dengan cara, pemilik modal kerja 60% dikalikan SHU Netto, kemudian untuk pengelola 40% dikalikan SHU Netto. Dengan begitu kita sebagai investor merasa aman dan sangat untung dalam melakukan investasi seperti tadi, yang dimana untuk hitungan BEP pastinya sangat cepat dan mudah.

 

Langkah apa saja yang harus dilakukan investor untuk menentukan konsep perumahan yang akan dibangun?

Yang pertama kali harus dilakukan investor dalam sebuah pengerjaan perumahan, anggap saja perumahan yang bernuansa Bali ataupun Jogja. Disini kita harus ada konsep yang berkaitan dengan nama tersebut. Lalu kita akan membuatkan set plane dan mengkombinasikan dengan konsep tersebut, kemudian membuat perhitungan dari modal, harga jual, harga pasaran, dan untung. Itu yang di sajikan kepada investor. Jadi nantinya investor bertugas membayar tanah, setelah hasil perencanaannya visibel menguntungkan.

 

Biasanya, agar investor tidak membayar terlalu besar, investor bisa membayar setengahnya terlebih dahulu, tergantung kesepakatan awal antara investor dan pemilik tanah. Kalau sudah dibayar setengahnya investor bisa langsung membuat sertifikat tanah atas nama investor, lalu sertifikat di simpan di notaris. Kemudian investor membiayai perizinan, infrastuktur, dan rumah contoh. Lalu sisanya tanggung jawab pengelola atau konsultan untuk melunasi.

 

Kira-kira untuk modal awal membuat sebuah perumahan minimalnya berapa?

Di sini saya melihat ada beberapa kasus yang harus Anda ketahui untuk menentukan berapa modal awal untuk memulai melakukan investasi pembangunan perumahan seperti, ada orang yang mempunyai tanah seluas 4.800 meter. Harga per meternya 1 juta,
berarti investor harus mengeluarkan biaya sebesar 4,8 Milyar. Namun disini investor cukup membayar 2 Milyar untuk awalnya termasuk untuk biaya infrastuktur, perizinan dan lain-lain sampai ada pemasukan dari putaran penjualan, biasanya mencapai 1,5 Milyar. Jadi totalnya terhitung 3,5 Milyar secara bertahap sesuai kebutuhan dan untuk modal senilai 3.5 Milyar idealnya harus mendapatkan keuntungan investasi minimal 200% atau 10 Milyar.

 

Sebenarnya untuk bisnis investasi properti ini sistemnya beli putus atau berkelanjutan?

Kalau investasi sebenarnya setelah di kelola dan di jual ke umum, kita hanya tinggal menerima keuntungan saja. Untuk pengeluaran selanjutnya termasuk pelunasan tanah dan pengembalian modal investasi adalah tanggung jawab pengelola yang sudah dikaji dan diperhotungkan dengan matang. Pada prinsipnya apabila kita melakukan investasi dengan baik maka semuanya akan aman karena sertifikat tanah yang atas nama investor akan disimpan di notaries mitra Bank pemberi KPR dan tidak akan ada yang bisa mengambil. Itu hanya akan di ambil ketika ada yang mau membeli perumahan tersebut.