BESTTANGSEL.COM, TANGSEL- DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses triwulan tiga pimpinan dan anggota legislatif tahun anggaran 2025, Senin (21/7/2025).

Rapat paripurna yang di pimpin Ketua DPRD, Abdul Rasyid itu, turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan serta sejumlah Kepala Oragnisasi Pemerintahan Daerah (OPD) terkait lainnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel M. Yusuf mengungkapkan, dari aspirasi yang disampaikan warga saat reses, persoalan banjir dan masalah sampah, menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.

Yusuf mengatakan, secara umum, Kota Tangsel saat ini disamping masalah banjir, sampah juga menjadi masalah di lingkungan masyarakat, bahkan menjadi beban bagi Pemkot terutama dari sisi anggaran pengangkutan.

“Tapi mudah – mudahan solusi terbaik. Karena kalau terus – terusan begini, mungkin anggaran dinasnya banyak tersedot untuk pembuangan sampah,” kata Yusuf di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (21/7/2025).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan, dari sisi pendapatan retribusi dari sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel masih terlalu kecil dan tidak berbanding lurus.

“Jadi, ini yang harus di selaraskan. Dan sekaligus juga, kembali kepada masyarakatnya. Kita mengedukasi masyarakat supaya sampah ini jadi tanggungjawab bersama. Tidak hanya tanggungjawab pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain masalah banjir dan sampah, Yusuf juga menyoroti masalah kemacetan. Kemacetan, menurut Yusuf, bukan disebabkan oleh lebar jalannya. Akan tetapi, kemacetan banyak disebabkan oleh pekerjaan galian kabel dan lain sebagainya.

“Ini kan jadi menghambat, harus secepatnya dirapihkan dengan baik. Ini yang diadukan masyarakat. Ya mudah – mudahan banjir berkurang, sampah selesai, dan kemacetan juga terurai,” ujarnya. (red/*)

Leave a Reply