BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Hari kedua “Workshop Temu Bisnis Inovatif” yang diselenggarakan Technology Business Incubation Center Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (TBIC Puspiptek), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Pusat Teknologi Inovasi Daerah (PTID) serta Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BIT-BPPT), menuai hasil positif. Beberapa investor pun mulai melirik bisnis teknologi menjadi mitra usaha.
Dari hasil presentasi seluruh tenan inkubasi TBIC Puspiptek dan BIT BPPT, bisnis teknologi pengolahan sampah organik ternyata mendapat perhatian khusus dari Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Dari semua bisnis teknologi yang dipresentasikan, bisnis teknologi inovasi yang fokus pada lingkungan menjadi perhatian kami, karena memang sebagai BUMN kami memiliki tanggungjawab dan perhatian lebih terhadap lingkungan,” tutur Pramono Edi, Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL) Asuransi Jasindo, usai bertemu dengan para tenan inkubasi, Selasa 11 Juli 2017.
Lebih lanjut Promono Edi menjelaskan, “Bisnis pengolahan sampah organik menjadi sangat menarik, karena sampah masih menjadi persoalan pelik di beberapa wilayah. Dalam bisnis teknologi sampah organik tersebut, terlihat bagaimana masyarakat juga bisa berpartisipasi mengolah sampah menjadi pupuk atau pakan ternak.”
Menurut Pramono Edi, bisnis teknologi inovasi sangat layak untuk mendapatkan bantuan pembiayaan. “Selama ini yang kami bantu adalah Usaha Kecil Menengah (UKM), seperti pedagang sembako, pedagang pecel dan sejenisnya. Setelah kami melihat dan mendengarkan sendiri hasil presentasi bisnis berbasis teknologi inovasi yang sangat wow ini sudah seharusnya kami lebih memprioritaskan untuk mendapatkan pembiayaan dari Jasindo,” pungkasnya.
Ashri

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.