BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Tingkat partisipasi pemilih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama ini tergolong rendah. Rendahnya angka partipasi politik masyarakat yang ada di tujuh wilayah kecamatan dilihat dari rentetan ajang pesta demokrasi selama ini.

“Tangsel tidak lebih dari 72 persen,” kata Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Tangsel, Ade Wahyu Hidayat, sebagaimana dikutip dari kabar6.com, Kamis (9/1/2019).

Ia mengakui, daerah pemekaran dari Kabupaten Tangerang inu termasuk dalam 45 kabupaten/kota partisipasi pemilih paling rendah. Ade merinci, pada perhelatan Pemilihan Legislatif 2014 lalu tingkat partisipasi pemilih hanya 67 persen.

Pada tahun yang sama di ajang Pemilihan Presiden partisipasi pemilih naik menjadi 69 persen. Kemudian pada Pilwalkot 2015 partisipasi pemilih merosot tajam menjadi 57 persen. Dua tahun berikutnya di Pemilihan Gubernur Banten naik menjadi 62 persen.

Ade menyatakan, melihat deretan angka di atas makanya KPU Tangsel belum lama ini melakukan survey partipasi pemilih. “Apa sebenarnya titik lemah masyarakat kita tidak hadir untuk memilih,” terangnya.

KPU Tangsel menyadari untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih tidak dapat bekerja sendirian. Ade bilang, perlu kerjasama secara masif yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah, partai politik, organisasi kemasyarakatan hingga media massa.

 

Asri/K6

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.