BESTTANGSEL.COM, SERPONG – Meski tahapan Pemilu 2029 belum dimulai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai mengintensifkan sosialisasi kepemiluan kepada masyarakat. Salah satu sasaran utamanya adalah kalangan pelajar yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada pesta demokrasi mendatang.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi dimulainya tahapan Pemilu yang dijadwalkan pada 2027. Sosialisasi tidak hanya menyasar masyarakat umum dan perguruan tinggi, tetapi juga sekolah-sekolah melalui program Bawaslu Goes to School.

“Karena tahapan itu sudah mulai tahun depan. Bulan Juni itu sudah mulai tahapan Pemilu lagi,” ujar Bagja saat berkunjung ke Kantor Bawaslu Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (4/8).

Menurutnya, pelajar perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai demokrasi dan kepemiluan agar siap menjadi pemilih yang cerdas. Bahkan, siswa kelas II dan III SMP saat ini diperkirakan sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029.

“Kami datang ke sekolah-sekolah. Bahwa ke depan mereka akan jadi pemilih. Jadi siap-siap mengurus syaratnya, seperti KTP dan lainnya,” katanya.

Selain melalui sekolah, Bawaslu juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perguruan tinggi. Bagja berharap partai politik turut berperan aktif dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Teman-teman parpol juga jangan menganggap ini hanya kegiatan penyelenggara. Teman-teman parpol juga punya tanggung jawab,” tegasnya.

Ia mengapresiasi Bawaslu Tangsel yang telah menjalankan program sosialisasi, termasuk saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) melalui program Bawaslu Membelajarkan.

Di sisi lain, Bagja menyebut masa non-tahapan dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan internal lembaga. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelaksanaan reformasi birokrasi, hingga penyusunan target kinerja seluruh jajaran Bawaslu.

Menurutnya, penguatan tersebut penting agar ketika tahapan Pemilu dimulai, seluruh jajaran sudah siap menjalankan tugas tanpa lagi disibukkan dengan proses peningkatan kapasitas.

“Tinggal action seharusnya. Persiapan ini penting,” ucapnya.

Bagja juga meminta Bawaslu daerah menyiapkan sarana pendukung, termasuk ruang sidang untuk mengantisipasi potensi sengketa proses pendaftaran partai politik yang diperkirakan mulai berlangsung pada akhir 2027.

“Biasanya ada sengketa saat pendaftaran partai politik. Karena itu, ruang sidang dan berbagai kebutuhan pendukung harus sudah disiapkan sejak sekarang,” tandasnya. (Red/*)

Leave a Reply