BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – Mendorong aktifnya kegiatan riset dan penelitian yang akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, dan penyusunan kebijakan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Netherlands
Organisation for Scientific Research (NWO) menggelar seminar umum dan Workshop bertema “Working Towards Resilient Societies”. Seminar yang di laksanakan selama 2 hari,  23-25 April 2019, menitikberatkan pada kegiatan brainstorming, juga mengajak peserta aktif dalam diskusi dan berkolaborasi.

Dalam siaran persnya, Jumat (26/4), Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter Van Tuijl mengatakan, “Kami berharap melalui kegiatan ini, penelitian dan riset akan semakin aktif sehingga berdampak pada semakin baiknya kualitas pendidikan.”

Peter  juga menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2018 lalu Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO) dan Kemenristekdikti memutuskan untuk mendanai enam proyek riset dalam Program Kerjasama Indonesia dan Belanda.

Lanjut Peter, “Fokus riset dari proyek transdisipliner ini tertuju pada ketahanan pangan, pengelolaan air, dan supremasi hukum dalam kerangka masyarakat.”

Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Ocky Karna Radjasa menjelaskan bahwa kementerian ristekdikti terus mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi dengan salah satunya adalah kerjasama internasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas output penelitian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Untuk itu Ocky berharap agar joint research tersebut bisa berjalan dengan baik dari sisi penyelenggaraannya maupun target impact- nya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Cora Govers perwakilan dari NWO mengemukakan bahwa dampak riset di masyarakat tidak dapat terjadi secara otomatis, peneliti harus melibatkan para pihak terkait sejak awal.

Dalam kegiatan seminar tersebut, proyek-proyek riset yang telah didiskusikan akan ditempatkan ke dalam konteks yang lebih luas yaitu kerjasama internasional antara Indonesia dan Belanda yang berfokus pada kestabilan rantai makanan, air sebagai ancaman dan kebutuhan hidup, dan pengembangan tata kelola yang inklusif.

 

Asri/rlls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.