BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – Dalam rangka Hari Kanker Sedunia 2021, Yayasan Kanker Indonesia dan MRCCC Siloam Hospital menggelar kegiatan Hair-to-Share, yang merupakan kegiatan mendonasikan rambut bagi pasien kanker.

Hari Kanker Sedunia 2020 yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2021 mengangkat tema I am I will, dimana setiap individu dapat mengambil peran terhadap kanker. Sebanyak 6 donatur rambut hadir di MRCCC Siloam Hospitals dalam semangat “saya memiliki rambut panjang, saya akan membantu pasien kanker” secara langsung untuk mendonasikan rambutnya pada kegiatan Hair-to-Share. Adapun ketentuan rambut yang didonasikan harus diikat, bersih, sehat, memiliki warna alami dengan panjang minimal 25cm, yang kemudian dibuatkan wig untuk diberikan kepada pasien kanker yang membutuhkan.

Hadir secara virtual untuk membuka acara Hair -to-Share, CEO Siloam Hospitals Group, Caroline Riady, memberikan apresiasi pada kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan yang sudah menjadi tradisi di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi bisa terus berlanjut.

“Kegiatan ini sudah yang ke tiga. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita kepada para penyitas kanker yang terus berjuang untuk sembuh, apalagi di masa pandemi covid-19 menjadi masa paling sulit bagi para penyitas kanker dalam perjuangannya melawan penyakit yang di deritanya. Saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut, bahkan menjadi sebuah tradisi di Siloam Hospitals, karena para penyitas kanker membutuhkan dukungan lebih dari rumah sakit, kerabat juga lingkungan yang ada di dekatnya,” tutur Caroline.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, “YKI mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah mengambil peran nyata dalam penanggulangan kanker melalui program donasi Hair-to-Share YKI bersama MRCCC Siloam Hospitals, ditengah-tengah situasi pandemi Covid-19. Semoga kepedulian ini dibarengi dengan upaya pencegahan kanker termasuk menerapkan pola hidup sehat, berolah raga secara teratur dan melakukan deteksi dini kanker.” Kamis, (04/01).

Penyerahan wig kepada penyitas kanker oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP.

Sementara itu, dr. Susilawati Arifin Bolang, M.H.A., CEO Regional 1 mengatakan, “MRCCC Siloam Hospitals Semaggi sebagai rumah sakit yang memiliki fasilitas kanker yang lengkap, dengan sengenap hati akan mendukung penanggulangan kanker baik secara suportif maupun kuratif. Program Hair-to-Share bersama YKI ini merupakan salah satu wadah suportif bagi partisipasi masyarakat yang ingin menunjukkan kepedulian terhadap pasien kanker dan rasa empati terhadap sesama.”

Pada acara tersebut, dr. Adityawati Ganggaiswari M.Biomed selaku Direktur MRCCC, dan Ibu Yolan Gunawan selaku COO MRCCC secara simbolis masing-masing memotong rambut seorang donatur, dan memberikan donasi rambut yang telah dirangkai menjadi wig kepada pasien kanker MRCCC Siloam Hospital yang membutuhkan.

“Kami sangat senang bahwa kegiatan ini telah menginspirasi kepedulian masyarakat khususnya generasi milenial terhadap kanker, dimana dukungan lingkungan terhadap pasien kanker merupakan salah satu kunci caregiving dalam meningkatkan kualitas hidup pasien,” tambah Prof. Aru.

Kami yakin bahwa dengan adanya dukungan masyarakat malalui kegiatan Hair-to-Share akan membantu pemulihan dan peningkatan rasa percaya diri pasien kanker untuk terus bersemangat dalam proses penyembuhan,” ujar dr. Dieta disela-sela acara.

dr. Susilawati Arifin Bolang, M.H.A., CEO Regional 1, (kanan), menyerahkan secara simbolik donasi rambut kepada salah seorang penyitas kanker.

Oleh karena tingginya animo masyarakat dalam berpartisipasi, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi membuka dropbox di Lobby MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk para donatur rambut yang masih ingin menyumbangkan rambutnya sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Untuk membuat satu buah wig, rata-rata dibutuhkan lima sampai dengan enam ikat rambut, bergantung pada ketebalan rambut yang didonasikan. (Red)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.