BESTTANGSEL.COM, Jakarta — Mengawali tahun baru dengan kisah yang mengundang tawa sekaligus air mata, BION Studios bersama Spasi Moving Image resmi merilis final trailer film Suka Duka Tawa karya sutradara Aco Tenriyagelli. Trailer ini memperlihatkan konflik keluarga yang semakin menguat, menyoroti relasi orangtua dan anak yang sarat luka emosional, namun juga menawarkan ruang untuk penyembuhan dan kesempatan kedua.

Final trailer Suka Duka Tawa membingkai hubungan Tawa (Rachel Amanda) dengan kedua orangtuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita), secara lebih intim. Penonton diajak menyelami perasaan-perasaan yang selama ini terpendam—baik dari sisi anak maupun orangtua—tentang kehilangan, penyesalan, serta usaha membangun kembali komunikasi yang sempat terputus.

Karakter Ibu Cantik digambarkan sangat protektif terhadap Tawa akibat trauma masa lalu, sementara sang Ayah menyimpan perasaan yang tak pernah terucap ketika kembali bertemu anaknya di usia dewasa. Konflik ini disajikan secara emosional, namun tetap dibalut sentuhan komedi khas film ini.

Setelah sukses menggelar special screening di 15 kota pada 28 Desember 2025 dengan banyak tiket terjual habis, antusiasme penonton kembali terlihat dengan dibukanya Advance Ticket Sales (ATS) mulai hari ini. Menariknya, penonton bisa menikmati promo tiket beli 1 gratis 1 untuk penayangan perdana pada 8 Januari 2026.

Tiket dapat dibeli melalui tautan bit.ly/tixsukadukatawa, serta secara online di aplikasi MTix-XXI, CGV, dan Cinepolis, maupun langsung di jaringan bioskop KCM, Sams Studios, dan NSC.

Lapisan emosi film ini semakin kuat dengan kehadiran original soundtrack, “Masa Sepi” dari Bernadya dan “Timur” dari The Adams, yang mengiringi konflik batin para karakter dalam trailer.

Sutradara Aco Tenriyagelli mengungkapkan harapannya agar film ini dapat menyentuh hati penonton.

“Lewat Suka Duka Tawa, aku ingin menceritakan luka secara jujur, tapi dengan cara yang hangat. Aku berharap penonton bisa tertawa sambil menangis, dan menemukan refleksi serta harapan baru di awal tahun 2026,” ujarnya.

Rachel Amanda turut menjelaskan kompleksitas karakter Tawa yang menggunakan humor sebagai mekanisme berdamai dengan masa lalu.

“Tawa adalah anak stand-up comedy, sementara ayahnya pelawak TV. Komedinya memang mengalir secara alami, tapi di balik itu ada luka karena ditinggalkan sejak kecil. Lewat humor, Tawa mencoba memahami dan memaafkan,” kata Amanda.

Sejumlah figur publik yang hadir di gala premiere juga memberikan respons positif. Gading Marten mengaku film ini sangat dekat dengan kehidupan nyata.

“Relate banget. Pulangnya senyum-senyum, ketawa-ketawa, tapi air mata netes,” ujarnya.

Sementara Eva Celia menyebut film ini sebagai pengalaman emosional yang lengkap.

“Film ini bikin kita bisa menangis sekaligus menertawakan hidup,” katanya.

Respons serupa juga datang dari penonton special screening di berbagai kota. Banyak yang menilai film ini mengajarkan pentingnya menghadapi masalah hidup tanpa kehilangan rasa humor.

Film Suka Duka Tawa resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026. Ikuti informasi dan perkembangan terbarunya melalui akun media sosial resmi BION Studios dan Spasi Moving Image. (red/*)

Leave a Reply