BESTTANGSEL.COM, Tangerang- Memulai tahun ajaran 2026/2027, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyambut ribuan mahasiswa baru melalui Sidang Terbuka Senat yang bertajuk “Navigating Uncertainty: Building Your Path in the Age of AI”.

Mengangkat tema besar tentang perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Sidang Terbuka Senat 2026, yang digelar pada Jumat, (21/8), menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi sekaligus bagaimana tetap menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi. Sidang Terbuka Senat dibuka oleh Ir. Teddy Surianto selaku Ketua Yayasan Multimedia Nusantara (YMN).

“Ini menjadi momen yang membanggakan, karena para mahasiswa baru telah menjadi bagian dari keluarga besar UMN yang dibawahi oleh Kompas Gramedia. Tentu sebagai bagian dari keluarga, kita harus terus menjunjung nilai-nilai yang ditinggalkan oleh para perintis, salah satunya nilai-nilai 5C (Caring, Credible, Competent, Competitive and Customer Delight),” sambut Teddy.

Bagi Teddy, nilai-nilai 5C itu sendiri yang harus dibangun selama mahasiswa belajar dan menempuh pendidikan di UMN nantinya. Hal ini menjadi penting karena nantinya para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memberikan prestasi terbaiknya, tetapi juga karakter baik dan berbudi pekerti luhur.

“Saya harap para mahasiswa baru nantinya bisa mendapat berbagai pengetahuan baru dan dapat mengembangkan berbagai kemampuan baru. Pesan saya, gunakanlah waktu dan pengalaman kuliah sebaik mungkin, sehingga kalian membawa banyak bekal nantinya”, tutup Teddy.

Bersambung pada penyambutan mahasiswa baru, Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, juga turut berbangga karena para mahasiswa baru berkesempatan untuk melanjutkan jenjang studi perguruan tingginya di UMN, mengingat cukup banyak anak muda Indonesia yang tidak berkesempatan untuk melanjutkan perjalanan studinya.

“Tentu menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menjalani proses pembelajaran di perguruan tinggi saja tapi juga mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. Hal ini menjadi penting di tengah berbagai perubahan dan ketidakpastian, mulai dari perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat, kondisi ekonomi nasional dan global yang dinamis, hingga perubahan kebutuhan di dunia industri”, tegas Andrey.

Andrey juga berpesan pada mahasiswa agar tidak merasa khawatir tergantikan oleh AI di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Sebaliknya, para mahasiswa perlu melihat teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab. Di saat yang sama, kita juga perlu terus mengasah kemampuan manusia (human skills) sebagai kemampuan beyond AI, seperti komunikasi, berpikir kritis dan kreatif, problem solving, serta empati yang tercermin dalam nilai-nilai 5C UMN.

“Saya harap para mahasiswa baru dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada selama masa perkuliahan dan berusaha meraih prestasi terbaik. Tentu juga menjaga integritas akademik serta membangun ruang kolaborasi dengan saling menghargai perbedaan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat turut menciptakan lingkungan kampus UMN yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika”, tutup Andrey.

Prosesi penyambutan ditandai dengan pelantikan 20 perwakilan mahasiswa baru UMN dari setiap program studi pada jenjang D3, S1, S2, S3 dan Profesi oleh Rektor UMN. Selanjutnya, seluruh mahasiswa baru mengucapkan Janji Mahasiswa sebagai simbol resmi dimulainya perjalanan akademik mereka di UMN.

Kuliah Perdana Bersama Rickent Putra Haki, Bahas Building Your Path in the Age of AI

Pada kesempatan yang sama, para mahasiswa baru juga mendapatkan pemaparan materi dari salah satu alumni Sistem Informasi UMN angkatan 2014, Rickent Putra Haki, yang saat ini berkarier di InJourney Hospitality, dan menjabat sebagai Vice President of Technology.

“Sejak lulus, saya selalu berkiprah di bidang data mulai dari PeduliLindungi, SATUSEHAT, hingga saat ini One Data InJourney Hospitality. Namun dari semua hal yang terpenting bukan hanya ilmu yang saya dapatkan saja tapi bagaimana saya ingin terus meninggalkan legacy dimanapun saya bekerja”, ucap Rickent.

Menurut Rickent, pencapaian dalam perjalanan karier tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan membangun ekosistem produk. Lebih dari itu, pencapaian juga berasal dari kemampuan untuk memiliki pemikiran besar, memahami visi, serta melihat dampak yang ingin dihasilkan.

“Berbicara tentang AI, bidang saya juga banyak bersinggungan dengan teknologi ini. Tentu AI sendiri tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang tidak menggunakan AI-lah yang akan tergantikan karena tidak relevan dengan perkembangan yang ada saat ini”, tambahnya.

Bagi Rickent, perkembangan AI juga membuka berbagai peluang baru, tidak hanya dalam karier, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan manusia. Beberapa kemampuan yang dinilai tetap memiliki peran penting di tengah perkembangan AI antara lain leadership & team building, stakeholder engagement, negosiasi dan komunikasi, serta pengambilan keputusan.

“Pesan saya kepada para mahasiswa baru UMN, perjalanan karier kalian bisa dimulai saat ini lewat berbagai kegiatan yang ada mulai dari UKM, keaktifan dalam organisasi, kolaborasi lintas jurusan, dan membangun personal branding. Fokus pada apa yang ingin kalian bangun untuk masa depan nantinya”, tutup Rickent.

Selamat datang dan selamat bergabung bagi mahasiswa baru UMN 2026/2027! Mari memulai perjalanan baru di UMN dengan terus berkembang, mengeksplorasi potensi diri, serta membangun kompetensi untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan. (red/*)

Leave a Reply