BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Hingga kini sampah masih menjadi polemik di berbagai wilayah, tidak terkecuali di Tangerang Selatan. Beranjak dari itu, Dr. Elpawaty, M.P., Wakil Dekan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, terusik untuk melakukan riset atau penelitiian. Bersama beberapa orang mahasiswa UIN, Elpa akhirnya menemukan zat yang bisa menghancurkan sampah organik dan menjadikannya pupuk tanaman.

“Tahun 2011 kami mulai melakukan penelitian terhadap bakteri dan jamur, pada sampah yang ada di Tangsel. Setelah dicek ada 32 bakteri dan beberapa jenis jamur. Tahun kedua kami berhasil mensinergikan ke 32 bakteri dan jamur-jamur tersebut, hingga kami dapatkan 8 bakteri efektif dan 2 jamur, temuan tersebut akhirnya kami namakan EM10, yakni dari 8 bakteri ditambah 2 jamur,” jelas Elpa.

Di tahun 2013 Elpa mendapat dukungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), untuk terus melanjutkan penelitian. “2013 kami mulai uji cobakan terhadap sampah. Berbagai jenis sampah kami kumpulkan, seperti sisa sayuran, kulit duku, rambutan, hingga kulit durian. Caranya dengan kami siramkan air yang sudah kami campurkan dengan cairan EM10. Hasilnya, untuk sisa sayuran bisa hancur dalam waktu 3 hari saja, sementara kulit duren hancur kurang lebih dalam jangka waktu 2 minggu,” ungkap Elpa.

Tahun 2015 Elpa mencoba hasil riset tersebut pada tanaman dan kolam ikan. “Waktu itu kami coba siramkan campuran air dan EM10 pada tanaman jagung, dan padi yang ternyata buahnya bisa tumbuh lebih banyak. Begitu juga pada kolam ikan Lele, yang kami tambahkan campuran EM10, Lele nya menjadi lebih besar, ini dikarenakan Alga yang ada dikolam hancur dan menjadi makanan Lele tersebut”, ujar Elpa yang akhirnya bisa mendapatkan HAKI atau hak cipta untuk produk EM10.

“Daftar HAKI pada tahun 2015, dan baru keluar resmi di 2016 ini. Setelah resmi barulah produk EM10 ini kami pasarkan secara bebas”, ucap Elpa yang tidak mematok mahal untuk hasil risetnya tersebut.

“Satu liter EM10 kami jual seharga Rp 20 ribu rupiah. Ini bisa dipakai hingga ratusan kali. Untuk sampah organik rumah tangga, caranya sangat mudah, yakni sampah tersebut cukup kita bungkus dengan plastic atau pada wadah bertutup, siramkan sampah tersebut dengan air yang sudah dicampur dengan EM10. Tunggu 3 hari, maka sampah tersebut sudah berubah menjadi pupuk,” jelas Elpa.

Elpa berhadap hasil temuan tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemkot Tangsel, khususnya divisi kebersihan dan lingkungan, untuk mengatasi masalah sampah di wilayah ini. “Dari beberapa petani dan peternak Lele yang sudah menggunakan produk EM10 ini, mereka mengatakan bahwa EM10 lebih bagus dari produk import,” ucap Elpa.

 

Asri

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.