BESTTANGSEL.COM, Jakarta – PT Jamkrindo Syariah kembali melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan PT Bank Sumut Unit Usaha Syariah. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo dan Direktur Utama Bank Sumut – Unit Usaha Syariah, Edie Rizliyanto, serta disaksikan Komisaris Utama Bank Sumut Rizal Pahlevi, Komisaris Bank Sumut, Hendra Arbie dan Direktur Bank Sumut, Tengku Mahmud Jeffry, Rabu (02/05).

Penandatangan ini merupakan perpanjangan kerjasama yang sebelumnya di tandatangani  tahun 2015 dan berakhir di tahun 2018. Kinerja selama 3 (tiga) tahun tersebut telah mencapai volume penjaminan sebanyak 825 M dengan Imbal Jasa Kafalah (IJK) sebesar 15 M. Yang meliputi; Penjaminan Multiguna, Penjaminan Bank Garansi (Kontra Bank Garansi), Penjaminan Konstruksi dan Pengadaan Barang /Jasa, Penjaminan Modal Kerja dan Investasi.

“Penjaminan Modal Kerja dan Investasi adalah penjaminan atas penyediaan dana oleh Bank untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang berdasarkan prinsip akad Musyarakah, Mudharabah, Murabahah, Istishna dan Salam serta penjaminan atas pembiayaan yang diberikan oleh Bank untuk mendanai kebutuhan pembelian atau pengadaan barang investasi dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, pelunasan atau peningkatan kapasitas usaha yang berdasarkan prinsip akad murabahah atau musyarakah. Pada penjaminan tersebut, terjamin (debitur yang dijamin) adalah Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar serta terjamin perorangan,” tutur Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo.

Lanjut Gatot, “Manfaat kerjasama tersebut bagi para pihak adalah akan menambah jumlah customer based karena calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable, dengan demikian Bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian (prudential). Dengan pembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya sehingga CAR akan meningkat karena CAR diperoleh dari perbandingan antara modal dengan ATMR dimana dengan modal yang tetap namun ATMR menurun maka CAR menjadi lebih besar sehingga kapasitas lending bank menjadi lebih besar.”

“Manfaat untuk Terjamin (debitur yang dijamin) adalah apabila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan pembiayaan dari Bank karena persyaratan yang tidak bankable. Dengan adanya penjaminan persyaratan yang tidak bankable tadi menjadi bankable, lalu selanjutnya terjamin akan menerima pembiayaan dari Bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya. Apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan mengcover beberapa kali angsuran dari terjamin kepada Bank,” tambah Gatot.

“Kerjasama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian target bisnis Jamkrindo Syariah dan Bank Sumut, khususnya Unit Usaha Syariah. Adapun target penjaminan PT Jamkrindo Syariah pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 13,8 triliun dengan target laba Rp 18,9 miliar,” pungkas Gatot.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.