Foto : Ilustrasi Limbah

Foto : Ilustrasi Limbah

BESTTANGSEL.COM- Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) BLHD Kota Tangsel, Budi Hermanto, sudah mendapatkan pernyataan bahwa Rumah Sakit Premier Bintaro tidak membuang limbah, Senin, (14/11/2016).

Dalam keterangannya, Budi Hermanto mengatakan, rumah sakit yang diduga membuang limbah ternyata tidak benar, cairan yang berwarna merah itu ternyata hanya sisa kalium kalium permangant yang berfungsi untuk anticeptic.

“Berdasarkan info yang saya terima bahwa yang diduga limbah sebetulnya bukan limbah, melainkan sisa kalium pemangant yang berfungsi untuk antiseptic,” ungkap Kabid Wasdal, Budi Hermanto kepada BESTTANGSEL.COM.

Ia juga menambahkan, rumah sakit tersebut sedang membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang jauh lebih modern.

“Saya juga sudah instruksikan untuk tidak dibuang ke saluran, tapi tetap harus diolah di IPAL, karena warna merah dipresepsikan seperti darah. Meskipun itu bukan limbah tapi dipakai untuk penjernih air,” katanya.

Disisi lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahmat Salam mengatakan, saat melihat bukti limbah yang dibuang berwarna merah, tentunya hal ini tetap tidak dibenarkan baik secara warna dan proses pembuangannya.

“Saya yakin ikan pun tidak akan hidup kalau di taro disitu, dan kalau dilihat masih berwarna merah, bohong kalau itu bukan limbah,” jelas Rahmat Salam.

Rahmat salam menjelaskan, pihak rumah sakit harus membuat beberapa kolam untuk filterisasi limbah yang akan dibuang. Dalam ilustrasinya, limbah awal harus dimasukan ke kolam pertama untuk difilter, kemudian lanjut ke kolam kedua untuk benar-benar di saring kembali agar tidak ada zat yang berbahaya. Setelah itu baru masuk kolam ketiga atau yang biasa disebut uji coba, dimana terdapat ikan didalamnya. Apabila ikan tersebut mati berarti masih mengandung limbah, dan kalau ternyata ikan tidak mati berarti limbah tersebut sudah tidak berbahaya. (BR)

 

 

TEKS : BANI RAMADHAN

FOTO : ILUSTRASI