BESTTANGSEL.COM, TANGERANG SELATAN – Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang yang dulunya sawah dan perkebunan karet, kini berubah menjadi kota satelit. Terbukti dengan dengan banyaknya pusat industri dan jasa yang besar.

Pesatnya pertumbuhan kedua Kota tersebut terlihat dari banyaknya pabrik-pabrik besar, perumahan mewah, dan hotel dengan investasi yang besar.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Tangsel sangat pesat, hampir 6,9%. Dari jumlah itu, sebanyak 14% di antaranya banyak disumbang oleh IKM dan UKM.

“Tangsel telah menjadi kota perdagangan dan jasa. Bahkan, restoran dari masakan sederhana sampai masakan skala internasional, semua ada di sini,” ungkap Benyamin di BSD City pada Rabu, 24 Januari 2018 kemarin.

Benyamin menuturkan, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel, banyak disumbang oleh restoran dan hotel-hotel berbintang yang tumbuh subur, dari mulai Pondok Aren, sampai dengan Serpong.

Disisi lain, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menambahkan, wajah Kota Tangerang selama beberapa tahun ini sangat berbeda. Kota yang dulunya persawahan, dan kota penjara, kini menjadi aerotropolis.

“Jika dahulu banyak orang mengenal Kota Tangerang sebagai kota industri, kini harus di balik menjadi kota 1.000 industri dan kota jasa. Bahkan, telah berkembang jadi kota aerotropolis yang maju,” jelasnya.

Arief melanjutkan, Kota Tangerang memiliki karakter yang sama dengan Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan, yang wilayahnya dijadikan lintasan. Namun, dia tidak mau jika kota itu menjadi lintasan.

“Saya tidak ingin kota ini menjadi kota transit seperti di Purwakarta. Dahulu, jika orang ingin ke Bandung, harus transit ke Purwakarta dulu. Tetapi setelah ada jalan tol, sekarang tidak lagi,” ungkapnya.

Kota Tangerang yang dipimpin oleh Arief dulunya dikenal dengan sebutan kota penjara, karena terdapat enam lembaga pemasyarakat (Lapasa). Namun setelah berdiri banyak industri, kota ini menjadi kota 1.000 industri.

Dari kota industri, Kota Tangerang terus berkembang di bidang jasa. Hingga kota ini juga dikenal dengan kota sejuta jasa. Dan kini, Kota Tangerang mengusung konsep kota Aerotropolis yang lebih maju.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar juga menjelaskan, daerah yang dipimpinnya juga sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Baik dibidang industri, jasa, perumahan, pemukiman, dan jalan tol.

“Dari 2004, kita sudah mempersiapkan tiga jaringan jalan rol, yaitu Jakarta-Merak yang sudah ada, Serpong-Balaraja yang sedang tender, dan Balaraja-Sudiatmo yang bisa ke Bandara Soetta,” jelasnya.

Jalan tol itu juga membuka akses kepada Serang, dan Lebak. Sehingga, wilayah-wilayah itu nantinya akan terdampak oleh pembangunan, seperti yang ada di wilayah Tangerang Raya yang sangat pesat.

“Wilayah Tangerang Raya itu ibarat gula yang selalu didatangi binatang. Kalau dari teori pemerintahan kota, Kota Tangerang dulu daerah pertanian. Saya besar di Pasar Anyar, dulu, itu persawahan,” ungkapnya

 

BR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.